BNI Provides Rp3.2tn Credit for Pupuk Indonesia

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Dahlan Iskan (tengah) saat menandatangani karung yang berisikan pupuk didampingi (dari kiri kekanan) Direktur Pupuk Iskandar Muda Usman Mahmud, Dirut Pupuk Kujang Tosin Sutawikara, Dirut Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, PT Pupuk Indonesia Holding Company Arifin Tasrif, Dirut Pupuk Sriwidjaja Palembang Eko Sunarko, dan Dirut Pupuk Kaltim Aas Asiki Idat dalam peresmian nama dan logo baru induk lima BUMN Pupuk di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta, Rabu (18/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri BUMN Dahlan Iskan (tengah) saat menandatangani karung yang berisikan pupuk didampingi (dari kiri kekanan) Direktur Pupuk Iskandar Muda Usman Mahmud, Dirut Pupuk Kujang Tosin Sutawikara, Dirut Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, PT Pupuk Indonesia Holding Company Arifin Tasrif, Dirut Pupuk Sriwidjaja Palembang Eko Sunarko, dan Dirut Pupuk Kaltim Aas Asiki Idat dalam peresmian nama dan logo baru induk lima BUMN Pupuk di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta, Rabu (18/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, JakartaState lender PT Bank Negara Indonesia (BNI) agreed to provide state fertilizer company PT Pupuk Indonesia Holding Company a credit of Rp3.2 trillion.

    PT Pupuk will use the fund to finance an ammonia and urea project of its subsidiary PT Pertrokimia Gresik, in the East Java city of Gresik.

    The credit agreement was signed by a BNI director Herry Sidharta and President director of Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman.

    The project is important to keep pace with the growing demand forfertilizer in the country, Hidayat said on Tuesday.

    The country's fertilizer consumption grew 2.86 percent per year dominated by urea and NPK.

    ANTARA