English Version
ENGLISH
| Tuesday, 02 September 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Saham Kelapa Sawit Bebani Indeks  
Selasa, 23 April 2013 | 18:28 WIB
Saham Kelapa Sawit Bebani Indeks  

TEMPO.CO, Jakarta - Turunnya harga komoditas kelapa sawit yang diikuti melemahnya bursa regional membuat indeks saham kembali terkoreksi. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini turun 21,59 poin (0,43 persen) ke level 4.975,33.Saham BW Plantation (BWPT) menjadi pemberat indeks dengan koreksi 7,9 persen ke Rp 930 per lembar saham, Astra Agro Lestari (AALI) turun 5,1 persen ke Rp 17.750 per lembar, serta Global Mediacom (BMTR) susut 4,7 persen menjadi Rp 2.050 per lembar.Analis dari PT Millenium Danatama Sekuritas, Probo Sujono, mengatakan turunnya harga komoditas kelapa sawit (CPO) menjadi katalis yang membebani indeks saham. "Harga CPO turun di bawah US$ 750 per ton, atau level terendah dalam empat bulan terakhir."Menyusutnya permintaan menunjukkan pemulihan ekonomi global berjalan lambat. Apalagi di saat yang sama melemahnya data PMI manufaktur Cina seolah membenarkan asumsi tersebut. Kedua faktor tersebut menjadi sentimen negatif di pasar regional, meskipun sehari sebelumnya bursa Amerika cenderung positif.Meski demikian, Probo optimistis tren utama indeks masih berada dalam fase menguat (bullish). Koreksi yang terjadi dinilai sebagai koreksi wajar dan lebih disebabkan oleh faktor sentimen eksternal. Secara fundamental, kondisi pasar saham dalam negeri masih sangat menarik, seiring dengan masih besarnya investasi asing yang masuk.Saham yang berpindah tangan hari ini sebanyak 6,1 miliar lembar saham senilai Rp 6,3 triliun dengan frekuensi 143,9 ribu kali transaksi. Hanya 78 saham menguat, 186 saham turun, serta 96 lainnya stagnan. Asing mencatat penjualan bersih Rp 717,2 miliar.Bursa Asia cenderung melemah hingga 17.30 WIB. Nikkei 225 melemah 0,29 persen, Hang Seng melemah 1,08 persen, Strait Times turun 0,74 persen, bursa Korea susut 0,40 persen, dan indeks Shanghai terkoreksi 2,57 persen.PDAT | M. AZHARTopik Terhangat:Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman YogyaBerita Terpopuler:Dinasti Banten Rame-rame Jadi Caleg DPR dan DPDIzinkan Nazar Berobat, Kepala LP Cipinang DicopotFakta-fakta Mengarah ke Motif Pelaku Bom Boston Bom Boston, FBI Harus Jawab 5 Hal IniMourinho Diusir, Presiden Madrid Serukan Persatuan