English Version
ENGLISH
| Friday, 31 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
2013, Indonesia Bebas Impor Beras
Minggu, 24 Maret 2013 | 22:06 WIB
2013, Indonesia Bebas Impor Beras

TEMPO.CO, Jakarta -  KARANGANYAR - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meyakini , Indonesia tidak perlu mengimpor beras lagi tahun ini. Menurut dia, produksi beras Indonesia mencukupi. "Tahun ini Bulog menyerap 3,5 juta ton beras. Saya yakin jika tercapai, tidak perlu impor beras," ujarnya, seusai panen raya di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu, 24 Maret 2013.Dahlan menuturkan, sebenarnya tahun lalu pun Indonesia tak perlu mengimpor beras tahun lalu. Namun, saat itu Bulog ragu apakah stok yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. ''Akhirnya Bulog tetap impor beras, dan ternyata di akhir tahun masih sisa stok 2 juta ton beras," kata dia. Tahun lalu Bulog berhasil menyerap 2,6 juta ton beras.Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori, menyatakan, produksi beras nasional sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. “Kalau menurut data Badan Pusat Statistik, surplus malah,” ujarnya saat dihubungi, Ahad 24 Maret 2013.Awal Maret lalu BPS merilis angka sementara produksi gabah kering giling tahun 2012 adalah sebesar 69,05 juta ton atau setara 40,05 juta ton beras. Sementara konsumsi beras masyarakat Indonesia sekitar 139 kilogram per kapita per tahun atau total 34,05 juta ton per tahun. “Artinya, surplus beras tahun lalu adalah 6 juta ton,” kata Khudori. Namun, dia menilai pernyataan Dahlan Iskan bahwa Indonesia tahun ini tak perlu mengimpor beras terlalu terburu-buru. Seharusnya optimisme seperti itu baru dilontarkan setelah panen raya padi terlihat hasilnya, saat 65 persen produksi beras sudah tercapai. “Panen raya kan baru berakhir Mei mendatang, kalau produksi ternyata jeblok berarti pasokan akan menjadi tidak seimbang dengan kebutuhannya.”Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono menyatakan optimistis, target produksi padi bisa tercapai. Sebab, pemerintah mampu mempertahankan luas tanam padi sebesar 14,59 juta hektare dan luas panen minimal 14,08 juta hektare dengan produktivitas sebesar 5,12 ton per hektare.UKKY PRIMARTANTYO | PINGIT ARIA | ROSALINA