English Version
ENGLISH
| Thursday, 18 December 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Gedung Puskesmas Kelurahan Koja Nyaris Ambruk
Jum'at, 15 Februari 2013 | 14:12 WIB
Gedung Puskesmas Kelurahan Koja Nyaris Ambruk

TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Koja, Jakarta Utara, nyaris ambruk. Sejumlah atap plafon banyak yang rusak dan bolong. Tembok, kusen, pintu dan jendelanya sudah rapuh karena dimakan rayap. Fondasi bangunan pun sudah mulai rapuh. "Beberapa ruangan juga bocor saat hujan. Sudah beberapa kali ditambal-sulam, tapi memang kondisinya sudah rusak berat sehingga tidak bisa ditanggulangi lagi," kata Kepala Puskesmas Kelurahan Koja, Endang Sulistiyani, Jumat, 15 Februari 2013.Endang mengatakan kerusakan ini ditenggarai karena puskesmas belum direhab dalam lima tahun terakhir. Terakhir kali direhab, kata dia, pada 2008. Meski Endang sudah melapor kepada Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, hingga sekarang puskesmas di Jalan Deli Gang 28 itu tak kunjung diperbaiki. Menurut dia, tahun lalu sebenarnya sudah masuk dalam tahap perencanaan pembangunan, namun batal. “Tahun ini insya Allah katanya akan direhab total," ujarnya.Kerusakan paling parah, menurut Endang, terjadi di ruang loket. Setiap turun hujan ruang tersebut sering bocor sehingga mengancam rekam medis pasien. Kamar mandi pasien juga bocor.Berdasarkan pantauan Tempo, saat memasuki bangunan yang memiliki luas 180 meter persegi dengan luas tanah 200 meter persegi itu, kesan kusam langsung terlihat. Cat tembok dan plafon banyak terkelupas maupun rusak. Bahkan, di ruang loket terlihat bekas rembesan air karena sering bocor saat hujan. Padahal, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beberapa kali berkunjung secara mendadak di sejumlah puskesmas di Ibu Kota. Puskemas tersebut pun juga terasa panas lantaran tidak ada ventilasi udara dan pendingin ruangan (AC). Pasien dan calon pasien sampai harus mengipasi diri mereka sendiri. Puskesmas ini memiliki 7tujuh ruangan yang dipakai ruang loket dan tempat penyimpanan rekam medis, gudang obat, ruang gizi, ruang kesehatan ibu dan anak (KIA), poli gigi, pemerikasaan, dan ruang apotik. Setiap hari puskesmas ini didatangi 100-120 pasien. Bahkan, pada Senin bisa sampai 150 pasien. Endang berharap Dinas Kesehatan DKI segera merehabilitasi total gedung rusak berat itu. “Agar petugas dan pasien merasa nyaman," ujarnya. Meski layanan puskesmas gratis bagi pemegang Kartu Jakarta Sehat, gedungnya rupanya bikin pasien khawatir.ISTMAN MP Terpopuler:Dilamar Gerindra, Jokowi Ingin Urus Jakarta DuluBeda Perlakuan Rasyid dan Jamal, Ini Kata KapoldaPedagang Tolak Rencana Jokowi Perbaiki PasarTiga Kelemahan Transjakarta versi JokowiRencana Jokowi Revitalisasi Pasar Rakyat, DidukungYuk, Naik Waterway Mumpung GratisIni Mekanisme Penggunaan Tiket Elektronik KRLNaik Kapal, Marunda-Muara Baru Hanya 30 Menit