English Version
ENGLISH
| Monday, 22 December 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Penyedia Data Center Berlomba Tambah Kapasitas  
Senin, 10 Desember 2012 | 12:40 WIB
Penyedia Data Center Berlomba Tambah Kapasitas  

TEMPO.CO, Jakarta - Membanjirnya permintaan akan layanan data center pada tahun ini mengejutkan para pemain di bisnis ini. Tak terkecuali Ronald Setiawan, Chief Operation Officer PT CBN Nusantara, salah satu penyedia layanan data center. Rencana penambahan ruangan, yang diharapkan terealisasi pada pertengahan tahun depan, ternyata tidak mampu mengimbangi jumlah pesanan yang datang. “Permintaan kepada kami banyak. Justru boleh dibilang pembangunan tahap dua terlambat. Kami tidak mengira pada kuartal ketiga ini pertumbuhan begitu pesat,” kata Ronald pada awal pekan ini.  CBN Nusantara menempati seluruh lantai dua Gedung Cyber 2 Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, yang memiliki luas 1.800 meter persegi. Saat ini, data center yang terpasang baru menempati setengah luas lantai. Fasilitas ini mulai beroperasi pada akhir 2009, bersamaan dengan pengoperasian gedung ini. Ada tiga jenis industri utama yang menjadi klien CBN, yaitu industri media, provider, dan sekuritas. Menurut Ronald, pertumbuhan angka permintaan layanan data center saat ini terbilang cepat. “Hampir dua kali lipat angka tahun lalu berdasarkan jumlah pelanggan yang masuk,” kata dia.Pertumbuhan angka permintaan akan layanan data center juga didorong oleh kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012. Aturan ini menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang memfasilitasi transaksi secara elektronik diwajibkan menyimpan data publik, server utama, dan cadangannya di Indonesia. Tujuannya adalah untuk melindungi publik dan data publik yang dikumpulkan, selain menjamin kedaulatan negara serta memudahkan penegakan hukum. Aturan itu berlaku mulai Oktober tahun ini, tapi pemerintah memberi tenggat hingga lima tahun ke depan.Selain karena dorongan aturan, Ronald menambahkan, kesadaran publik untuk menggunakan data center semakin tinggi. “Jika hosting senilai US$ 1 juta, kita tidak mungkin memperlakukan dengan server biasa dan digeletakkan begitu saja,” ujarnya. “Jadi, kita melihat peluangnya begitu baik. Sekarang setelah tiga tahun, kita mulai menuai hasil.”Sebagai perusahaan yang berfokus pada data center, sekitar 80-90 persen pemasukan CBN Nusantara berasal dari data center, sedangkan sisanya didapat dari menyediakan layanan jaringan telekomunikasi serat optik. Perusahaan ini merupakan salah satu pemain utama dalam bidang data center di Jakarta, selain Telkom Sigma, anak perusahaan Telkom, yang merupakan pemain terbesar. Ada juga pemain baru, seperti Cyber Complete Secure Facilities, yang memiliki gedung delapan lantai, dan Equinix. CBN mengandalkan posisi gedung yang strategis, mengadopsi banyak operator, dan terkoneksi dengan sekitar 100 gedung yang telah terhubung dengan jaringan CBN. Investasi besar juga dilakukan Biznet, yang beroperasi sejak awal tahun 2000. Biznet membangun fasilitas data center di Cibubur, yaitu di kawasan Technovillage. Adi Kusma, Presiden Direktur Biznet, mengatakan bahwa dana investasi yang digelontorkan pada tahun ini mencapai US$ 50 juta (sekitar Rp 475 miliar). Di Cibubur, Biznet memiliki kapasitas 6.000 meter persegi dengan 2.000 rak. Fasilitas itu mendukung fasilitas di Gedung MidPlaza, di Jalan Jenderal Sudirman, yang hanya memiliki luas 700 meter persegi dengan sekitar 100 rak di lantai empat. Menurut Adi, kelebihan Technovillage adalah penggunaan teknologi terbaru yang ramah lingkungan. “Technovillage tidak seperti di Indonesia, green banget, banyak kebunnya. Ia menggunakan Flywheel yang lebih ramah lingkungan dibanding UPS,” ujarnya. Flywheel dan UPS merupakan peranti sumber daya listrik cadangan jika sumber listrik dari PLN padam. Dari fasilitas di Cibubur tersebut, Biznet bakal mengembangkan bisnis televisi kabel yang akan diluncurkan pada pertengahan bulan ini. ERWIN ZACHRIBerita terpopuler lainnya:Andi Mallarangeng Terkenal Kikir   Apa Untungnya Kalau Rhoma Irama Jadi PresidenBupati Aceng Nikahi Shinta, Pestanya Meriah  Abraham Sebut Andi Mallarangeng Kesatria Bugis  Jasad Perawat Kate Middleton Akan Dibawa ke India