English Version
ENGLISH
| Tuesday, 21 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Pegawai Diterkam Harimau, Taman Safari Teledor  
Sabtu, 18 Agustus 2012 | 16:19 WIB
Pegawai Diterkam Harimau, Taman Safari Teledor  

TEMPO.CO, Bogor - Manajemen Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, Jawa Barat dituntut bertanggungjawab penuh atas peristiwa yang menimpa seorang pegawai kebersihan, Junaedi alias Cebong. Pria 32 tahun ini meregang nyawa akibat diterkam harimau Sumatera pada Jumat, 17 Agustus 2012. "TSI jelas teledor. Karena kejadian ini menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Untuk itu TSI harus tanggung jawab penuh walau korban hanya pegawai lepas,"" tegas Iwan Setiawan, Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor kepada Tempo di Bogor, Sabtu, 18 Agutus 2012. Menurut Iwan, kendati peristiwa tersebut yang pertama terjadi, namun sudah seharusnya TSI memperbaiki prosedur tetapnya terkait keselamatan pegawai. Untuk itu, dia mengaku heran jika pihak TSI menyatakan tidak tahu bagaimana korban bisa masuk ke areal berbahaya, yang bukan diperuntukan bagi umum. "Jangan sampai pihak manajemen TSI cuci tangan atas kasus tersebut. Apalagi sampai menutup -nutupi fakta sebenarnya. Kami harap polisi mengusutnya dengan serius," tegas Anggota DPRD yang asli Cisarua itu. Adapun Bagian Hubungan Masyarakat TSI, Yulius H Suprihardo mengatakan, belum mengetahui secara pasti bagaimana Junaedi bisa berada di zona harimau Sumatera yang terlarang untuk umum. Korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 15.00 oleh Aang, seorang pawang harimau yang sedang melakukan inspeksi. "Kami belum bisa pastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur. Entah bagaimana almarhum bisa masuk ke exhibit harimau Sumatera ini," kata Yulius kepada wartawan, Sabtu, 18 Agustus 2012. Seharusnya petugas kebersihan yang mau masuk zona harimau harus melapor kepada keeper atau pawang yang bertugas. Di tempat kejadian, hanya ada satu harimau Sumatera. "Penanganannya kami serahkan kepada kepolisian," ujar dia. Atas peristiwa tersebut, TSI akan memberi santunan kepada keluarga korban yang merupakan pekerja lepas di TSI. Junaedi sudah bekerja selama lebih dari 3 tahun. Korban meninggalkan 3 anak dan 1 istri. "Saat ini masih berkabung. Untuk santunan sudah kami berikan," katanya. Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Cisarua Komisaris Hadi Santoso menyatakan, pihaknya masih mengusut kasus tewasnya petugas kebersihan TSI akibat diterkam harimau sumatera. "Beberapa saksi telah kami periksa terkait kejadian ini," ujar dia. ARIHTA U SURBAKTIBerita lain:Pegawai Taman Safari Tewas Diterkam Harimau Pasar Kembang Rawa Belong LarisKPK Beraksi, Wakil Ketua PN Semarang Menangis Hakim yang Ditangkap KPK Ternyata Makelar KasusHakim Kartini Sudah Bebaskan 5 KoruptorHappy Birthday Indonesia Jadi Trending Topic DuniaPerilaku Hakim Kartini Dinilai Tak PantasInilah Dua Hakim Yang Ditangkap KPK di SemarangBJ Habibie Jadi Pembina Upacara Dunia Maya