English Version
ENGLISH
| Friday, 18 April 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Friday, 18 April 2014 | 02:06
Balthasar Kambuaya: Police chase people, we go after companies Minister of Environment Balthasar Kambuaya stated that Article
69 of the Environmental Law presents a loophole that rsulted in
forest fires.
Friday, 18 April 2014 | 01:56
For Your Tithes Only   The government's determination to manage all aspects of zakat
management was obvious from the time Law No. 23/2011 on Zakat
was passed.
Kantor Pusat BPK Kebakaran
Jum'at, 28 Oktober 2011 | 22:03 WIB
Kantor Pusat BPK Kebakaran

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat kebakaran. Laporan awal yang diterima Pos Sentral Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta menyebutkan asap terlihat pada pukul 21.05 dari lantai 2 gedung tersebut. “Informasi awal terjadi korsleting listrik,” kata Abdulah, staf sentral Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta ketika dihubungi Tempo, Jumat malam, 28 Oktober 2011. Menurut Abdullah, sudah ada 12 unit mobil pemadam kebakaran yang dikirim menuju lokasi. “Hingga saat ini masih dalam proses memadamkan api,” katanya.Angka kebakaran di DKI Jakarta meningkat. Hingga 13 Oktober 2011 tercatat kejadian kebakaran di ibu kota mencapai 779 kejadian. Sementara selama 2010 hingga 27 Desember peristiwa kebakaran hanya tercatat terjadi sebanyak 693 peristiwa. “Jakarta Barat yang paling sering,” kata Kepala Bidang Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, Subejo di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 13 Oktober 2011. Penyebab kebakaran didominasi karena listrik yang pencapai 484 kejadian. Disusul akibat kompor mbledug 74 kasus, rokok 36 kasus, lampu 9 kasus, dan 176 peristiwa akibat lain-lain. Sementara kerugian materi akibat kabakaran selama 2011 ini mencapai Rp 180 miliar, dengan korban tewas sebanyak 13 orang, dan luka-luka 67 orang. Dengan luas areal yang terbakar seluas 689 meter persegi. Akibat kebakaran itu, sebanyak 3.829 kepala keluarga atau 13.226 jiwa kehilangan tempat tinggal. Kebakaran paling banyak terjadi di bulan September yang mencapai 126 kasus. Kemudian pada Agustus sebanyak 141 kasus. Sementara selama Januari hingga Juli kasus kebakaran rata-rata terjadi sekitar 65 kasus per bulannya.AMANDRA MUSTIKA MEGARANI