TEMPO Interaktif, Cianjur:Selama bulan puasa sampai menjelang H-4 Lebaran, persediaan daging sapi dan daging ayam di Cianjur dipastikan aman. Kebutuhan 2,5 juta kilogram daging ayam pada bulan September bisa dipenuhi dengan stok 3,7 juta kilogram atau surplus 1,2 juta kilogram. Sementara kebutuhan daging sapi sebanyak 515 ribu kilogram dicukupi daging lokal sebanyak 375 ribu kilogram.
"Sisanya diambil dari luar, seperti Bandung serta daging impor," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur, Chairul Anwar, Selasa (16/9). Menurut Chairul, seluruh distribusi daging berada dalam pengawasan sehingga terjamin. Untuk daging ayam, kata dia, pengawasan lebih mudah karena berasal dari produksi peternakan lokal. Untuk daging sapi, pengawasan dilakukan langsung di rumah pemotongan hewan untuk sapi potong. "Untuk daging yang datang dari luar, baik dari Bandung maupun ekspor, kami masih menggunakan prosedur pengecekan terhadap dokumentasinya," kata Chairul.
Chairul pun memastikan hingga saat ini di Cianjur tidak pernah ada peredaran daging glonggongan atau daging busuk. Pihaknya, kata dia, melakukan pengawasan secara ketat kepada para produsen daging serta pedagang di pasar-pasar. "Sampai saat ini daging yang beredar di masyarakat dijamin aman," ujarnya.
Rencananya, hari Rabu (17/9), Dinas Perikanan dan Peternakan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, akan melakukan inspeksi ke pasar-pasar di Cianjur. Menurut Charirul, rencananya mereka akan mendatangi para pedagang daging di Pasar Induk Cianjur dan pasar swalayan Hypermart. Deden Abdul Aziz