English Version
ENGLISH
| Friday, 25 April 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 24 April 2014 | 21:02
Veterans to Remain Neutral in Presidential Race Veterans Association (Pepabri) chairman Agum Gumelar says the
association will take a neutral stance in the upcoming
presidential elections.
Thursday, 24 April 2014 | 19:26
Jokowi Mulls Three Names to Decide Running Mate The Jakarta governor says PDI-P chair Megawati will help him
decide on his running mate, but he will be the one making the
final call.
Senin, 15 September 2008 | 16:06 WIB
KPU Diminta Segera Buka Tender Logistik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum diminta segera membuka penawaran tender logistik pemilu. Proses tender pengadaan logistik harus dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi. "Proses tender bisa dilakukan dalam tiga bulan," kata Sekretaris Jenderal Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Arif Nur Alam, Senin (15/9).KPU, ujar dia, masih memiliki waktu 7 bulan sebelum pemilu legislatif. Arif mengatakan KPU harus menginventarisasi logistik yang masih bisa digunakan. Terutama, kata dia, logistik di daerah yang baru saja mengadakan pemilu kepala daerah. Sehingga, pengadaan logistik pemilu mendatang tidak seperti pengadaan logistik pemilu 2004 yang mengadakan seluruh barang baru.Menurut dia, KPU harus segera menyiapkan desain logistik yang akan ditenderkan. Dia meminta KPU berfokus pada pengadaan logistik dibanding melakukan sosialisasi ke luar negeri. "Desain harus cepat dilakukan supaya tidak terjadi penunjukan langsung," katanya.Arif mengatakan penunjukan langsung dalam pengadaan logistik pemilu rawan penggelembungan anggaran (mark up) dan korupsi. Apalagi, sebagian pengadaan logistik pemilu dilakukan secara desentralisasi. KPU pusat, dia melanjutkan, bertanggung jawab penuh atas pengadaan yang terdesentralisasi itu. Alasannya, biaya pengadaan itu berasal dari APBN. Kurniasih Budi