ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 14:35
Flying sidewalk, another alternative for pedestrians in Jakarta
Friday, 24 May 2013 | 14:21
DPR and the government agreed to take measurement to endorse
economic growth and security stability in Papua, with an
adjustment to local typology
Senin, 15 September 2008 | 14:08 WIB
PT Kereta Api Kerahkan 600 Personel Tambahan untuk Jaga Perlintasan

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Untuk mengantisipasi kecelakaan pada ratusan jalur kereta api yang pintu lintasannya tak berpalang, pihak PT Kereta Api akan menerjunkan sekitar 600 personelnya. Mereka nantinya akan ditempatkan di lokasi-lokasi rawan kecelakaan."600 personel akan kita terjunkan untuk mengamankan jalur rel tak berpalang pintu," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Roni Wahyudi, kepada wartawan saat mendampingi Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin (15/9). Menurut Roni, personel yang akan diterjunkan itu akan bekerja sama bersama masyarakat. Mereka akan memasang rambu-rambu dan mengalihkan mobil ke perlintasan atau jalur alternatif.Menurut Humas PT Kereta Api Hartomo, total pintu lintasan kereta api di DI Yogyakarta ada 514. Dari jumlah tersebut, ada 134 yang tidak memiliki pintu lintasan kereta api. "72 lintasan tidak dijaga oleh petugas dan 24 lintasan liar," kata Hartomo di Stasiun Tugu usai mendampingi Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Yogyakarta. Dengan pintu perlintasan yang ada, bila setiap pintu lintasan membutuhkan empat penjaga, maka dibutuhkan 2.072 petugas. Padahal di DI Yogyakarta, pegawainya ada 1.600 orang. "Itu tidak cukup," ujarnya.Roni menambahkan, PT Kereta Api mentargetkan 0 persen kasus kereta anjlok pada Lebaran mendatang. Mengenai anjloknya kereta di Bandung beberapa hari lalu, kata Roni, karena ada perbaikan jalur yang belum diketahui oleh masinis. Bernarda Rurit


Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.