TEMPO Interaktif, Bogor: Puluhan pelacur yang beroperasi di wilayah Puncak Pass, di sekitar perbatasan wilayah Bogor dan Cianjur, memiliki trik pintar saat digerebeg sehingga mereka tetap aktif di bulan Ramadan: menyeberang garis batas kabupaten.Seperti diungkapkan petugas keamanan dan ketertiban Kecamatan Cisarua, Bogor, Salehudin, pada Minggu (14/9), para pelacur itu memanfaatkan benar wilayah perbatasan. Jika aparat kabupaten Bogor yang melakukan penggerebegan, para pelacur ini cukup lari sekitar 50 meter dan mereka sudah berada di wilayah warung remang-remang di wilayah Cianjur. Petugas dari wilayah Bogor tidak bisa berkutik jika mereka di wilayah kabupaten Cianjur karena sudah bukan yurisdiksi mereka. Begitu pula sebaliknya. Jika aparat dari Cianjur datang untuk melakukan penangkapan, para pelacur itu tinggal berlari sebentar dan mereka sudah bisa beroperasi dengan leluasa di warung remang-remang wilayah Bogor. Saleh mengatakan, "Saya sih berharap ada operasi gabungan antara Pemkab Bogor dan Cianjur untuk merazia daerah perbatasan ini."Selain kepintaran para pelacur memanfaatkan wilayah perbatasan, Saleh mengatakan mereka juga sering berpura-pura sebagai penjaga warung sehingga pihaknya kesulitan.Deffan Purnama