Minggu, 14 September 2008 | 10:55 WIB
Pemudik Sedikit, Pengusaha Kapal Mengeluh
TEMPO Interaktif, Mataram: Layanan arus mudik dan balik Lebaran 1419 H di Nusa Tenggara Barat (NTB) dijamin cukup. Namun, pengusaha kapal mengeluh karena jumlah arus penumpang dan kendaraan di bawah kapasitas angkut kapal yang tersedia.Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat, Soekartadji Anwar, mengatakan, setiap satu jam 20 menit, kapal feri diberangkatkan untuk melayani arus mudik dan balik dengan tujuan Pulau Jawa dan sebaliknya dengan empat jam waktu tempuh. Dalam sehari, 17 unit kapal penyeberangan melayani 16 trip yang mampu mengangkut 5.320 orang dan 402 unit kendaran."Dijamin tidak ada keluhan masyarakat. Malahan pengusaha kapal yang mengeluh karena rendahnya muatan," kata Soekartadji, (Sabtu (13/9), kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat.Berdasarkan data dari PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP), jumlah penumpang pemudik lebaran umumnya lebih rendah dari kapasitas muat kapal yang mencapai 5.007 orang dan 378 unit kendaraan. Pada lebaran 2007 lalu, jumlah penumpang dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbaik hanya mencapai 1.797 orang, 342 unit roda dua, dan 262 unit roda empat. Sebaliknya, dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, angkutan penumpangnya hanya sebesar 2.081 orang, 407 unit roda dua, 266 unit roda empat.Kalaupun pada lebaran tahun ini ada peningkatan jumlah penumpang pemudik, Soekartadji memprediksi peningkatannya mencapai 10 persen.Supriyantho Khafid