ENGLISH
| Wednesday, 22 May 2013 |
INDONESIA
Jum'at, 12 September 2008 | 13:45 WIB
Mubazir, Boat Bantuan Bank Pembangunan Asia
TEMPO Interaktif, MeulabohDelapan unit kapal boat bantuan dari Satuan Kerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) pada 2007 di Meulaboh, Aceh Barat, Nangroe Aceh Darussalam, hingga kini belum dapat digunakan karena semuanya rusak. Hal ini diungkapkan oleh Tim Panglima Laot Aceh yang diketuai Pawang M Yusuf Sulaiman di Meulaboh Kamis (11/9). Dalam pertemuan dengan Panglima Laot dan tokoh nelayan se-Aceh Barat itu, masyarakat pesisir menyebutkan ada delapan unit boat berkekuatan 10 GT yang belum dapat digunakan. Panglima Laot Kuala Bubon, T Marhaban menambahkan, boat senilai Rp 1,8 miliar itu sampai sekarang tergolek di lahan kebun kelapa di bawah jembatan Meureubo, Aceh Barat. Marhaban mengharapkan ADB dapat segera memperbaiki papan yang sudah lapuk sebelum diserahkan kepada nelayan. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, M Adli Abdullah yang ikut mendampingi tim menuturkan, sangat kecewa melihat kondisi boat yang terbengkalai, karena boat yang telah selesai dibuat tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh nelayan. Adli mengibaratkan boat bantuan ini seperti pepatah Aceh; Jangan memberi harapan muluk kepada nelayan, sedangkan yang diberi itu adalah sia-sia. “Beri bukti kepada nelayan, bukan janji-janji,” ujar Adli. Adi Warsidi

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.