Bandara Pattimura tergenang air setelah hujan tak kunjung berhenti sejak semalam. Akibatnya, dua penerbangan pagi ini gagal mendarat di Ambon, begitupula penerbangan pertama dari bandara juga tidak berani berangkat.
Menurut Kepala Bandara Pattimura Gerrit, mengatakan bahwa bandara tidak bisa digunakan untuk penerbangan dengan kondisi tergenang air sampai mata kaki. “Bandara ditutup karena cuaca,” ujar Gerrit, kepada Tempo, Rabu (10/9).
Setidaknya dua penerbangan dari Jakarta batal mendarat di Bandara Pattimura, yakni Batavia Air dan Lion Air. Untuk Batavia Air yang dijadwalkan tiba pukul 06.00 akhirnya membelokkan pendaratannya ke Bandara Sam Ratulangi, Manado. Sedangkan Lion Air yang seharusnya tiba pukul 06.15 juga harus mengalihkan pendaratannya di Bandara Hasanudin, Makassar.
Sekitar 100 penumpang yang sedianya akan berangkat pada penerbangan pertama sejak pukul 05.30 belum bisa berangkat dan berada di ruang tunggu bandara. Air menggenang sampai mata kaki di terminal kedatangan maupun keberangkatan.
Menanggapi tidaknya adanya analisa dampak lingkungan saat pembangunan bandara, Gerrit menyangkal dugaan tersebut. “ Kita sudah bekerja sama dengan lembaga lingkungan di sini saat pembangunan bandara,” ujar Lulusan Ilmu Komunikasi Sam Ratulangi itu.
Gerrit menambahkan, bandara tergenang karena air dari bukit-bukit dan sungai di sekitar bandara meluap ke arah bandara. “Kalau areal sekiling bandara menjaditanggung jawab pemerintah daerah,” ujarnya.
Mochtar Touwe