English Version
ENGLISH
| Friday, 28 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 27 November 2014 | 22:02
Anti-Corruption Activist Targeted in Bombing in Probolinggo Buchori Muslim is working as an observer to several on-going
corruption cases in Probolinggo.
Thursday, 27 November 2014 | 21:46
Minister Rudiantara to Lift Bans on Vimeo Minister of Telecommunications and Informatics Rudiantara and
Vimeo CEO have scheduled a video conference to discuss the
ban lifting.
Sabtu, 06 September 2008 | 20:47 WIB
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nur Pati mengatakan, peraturan  tentang tata cara pemberian suara akan selesai September ini. "Termasuk pemberian suara dengan cara mencontreng," katanya saat dihubungi Tempo, Sabtu (06/09).Pembahasan mengenai tata cara pemberian suara dengan cara dicontreng muncul dalam rapat konsultasi antara Komisi Pemilihan Umum, Departemen Dalam Negeri, dan Komisi Pemerintahan DPR, serta Badan Pengawas Pemilu siang tadi. Rapat belum menyepakati alat yang akan digunakan untuk mencontreng kertas suara. "Ada tiga pilihan, pulpen, stabilo, dan ballpoint," kata Andi. Komisi Pemilihan Umum masih akan mengkonsultasikan masalah ini ke Dewan Perwakilan Rakyat. Pemberitan suara dengan cara mencontreng, kata Andi, telah sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Legislatif. Dalam undang-undang tersebut, kata Andi, disebutkan alat pemberi suara adalah alat tulis. "Jadi bukan mencoblos," katanya. Pemberian suara dengan cara mencontreng akan dimasukkan dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang teknis pemberian suara. Adapun format kertas suara belum dirumuskan. "Kami akan berkoordinasi dengan DPR sebelum menentukan format kertas suara," katanya. Dwi Riyanto Agustiar