, 19 May 2013 | 23:56

PGN commercial director says that domestic industries have limited purchasing
power, therefore LNG prices for the industry sector should be lowered.
, 19 May 2013 | 22:17

Three interesting factlets about the celebrated sweets.
Jum'at, 29 Agustus 2008 | 11:32 WIB
Pesawat Sriwijaya Air Belum Dievakuasi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Sultan Thaha, Jambi, hari Rabu (27/8) lalu, hingga saat ini belum dapat dievakuasi. Keberadaan Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Sultan Thaha masih diperlukan untuk penyelidikan dari tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-200 yang tergelincir hingga masuk ke areal persawahan di Bandara Sultan Thaha, Jambi, hingga saat ini masih berada di lokasi kecelakaan. Hal ini dikarenakan tim dari KNKT yang dipimpin oleh Tatang Kurniadi baru dapat mendarat di Bandara Sultan Thaha, Jumat (29/8), pagi ini.Semestinya proses evakuasi dapat dilakukan Kamis (28/8) kemarin. Namun Tim KNKT yang berangkat dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Mandala Air gagal mendarat di Jambi. Akhirnya pesawat pun dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan. Karena tidak ada pesawat dari Palembang menuju Jambi, akhirnya Tim KNKT pun kembali ke Jakarta. Tim KNKT baru mendarat di Jambi pagi ini, sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung melakukan penyelidikan di Bandara Sultan Thaha.Menurut rencana, siang ini KNKT akan memberi keterangan pers terkait hasil penyelidikan atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air.Syaiful Bakhori