ENGLISH
| Sunday, 19 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Rabu, 27 Agustus 2008 | 14:54 WIB
FPI Ngotot Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah

TEMPO Interaktif, Jakarta:Front Pembela Islam  ngotot meminta pemerintah melalui  Presiden Susilo Bambang Yuudhoyono  membubarkan organisasi  Ahmadiyah.  "Kami  akan terus  mendesak Istana Negara sampai Ahmadiyah dibubarkan," kata Ketua Lembaga Dakwah FPI Abdurrahman Djaelani  saat unjuk rasa  di depan Istana Negara, Rabu (27/8).

Ratusan massa FPI sejak pagi hingga siang  unjuk rasa menuntut pembubaran Ahmadiyah, sekaligus merayakan ulang tahun kelompok ini  yang ke-10. Aksi tersebut dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia dengan berjalan kaki menuju Istana Negara. Aksi tersebut berakhir  tertib sekitar pukul 13.00.

Ahmadiyah dianggap aliran sesat dalam Islam. Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fawa bahwa aliran yang mengakui bahwa Mirza Ghulan Ahmad adalah nabi setelah Muhammad SAW adalah sesat. Namun, pemerintah tak kunjung memenuhi  tuntutan tersebut.

Selain menuntut pembubaran Ahmadiyah, FPI juga minta pemerintah membebaskan Habib Rizieq Shihab yang ditahan Polda Metro Jaya. Rizieq terkait kasus pengeroyokan anggota FPI terhadap Aliansi Kebenaran untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Monas 1 Juli lalu. Akibat peristiwa itu belasan anggota Aliansi luka terkena pentungan dan pukulan. Rizieq sedang menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Mustafa Silalahi


Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.