TEMPO Interaktif, Jakarta:Front Pembela Islam ngotot meminta pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yuudhoyono membubarkan organisasi Ahmadiyah. "Kami akan terus mendesak Istana Negara sampai Ahmadiyah dibubarkan," kata Ketua Lembaga Dakwah FPI Abdurrahman Djaelani saat unjuk rasa di depan Istana Negara, Rabu (27/8).
Ratusan massa FPI sejak pagi hingga siang unjuk rasa menuntut pembubaran Ahmadiyah, sekaligus merayakan ulang tahun kelompok ini yang ke-10. Aksi tersebut dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia dengan berjalan kaki menuju Istana Negara. Aksi tersebut berakhir tertib sekitar pukul 13.00.
Ahmadiyah dianggap aliran sesat dalam Islam. Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fawa bahwa aliran yang mengakui bahwa Mirza Ghulan Ahmad adalah nabi setelah Muhammad SAW adalah sesat. Namun, pemerintah tak kunjung memenuhi tuntutan tersebut.
Selain menuntut pembubaran Ahmadiyah, FPI juga minta pemerintah membebaskan Habib Rizieq Shihab yang ditahan Polda Metro Jaya. Rizieq terkait kasus pengeroyokan anggota FPI terhadap Aliansi Kebenaran untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Monas 1 Juli lalu. Akibat peristiwa itu belasan anggota Aliansi luka terkena pentungan dan pukulan. Rizieq sedang menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Mustafa Silalahi