ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 02:03
In a meeting with US Secretary of State John Kerry, Foreign Minister Marty
Natalegawa emphasized the importance of Indonesia- USA relationship.
Wednesday, 22 May 2013 | 23:06
Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Rabu, 27 Agustus 2008 | 07:20 WIB
Perhubungan Pasang 57 Kamera Pantau Arus Mudik

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Departemen Perhubungan memasang sebanyak 57 kamera pantau (CCTV) di berbagai lokasi publik untuk  memantau arus mudik Lebaran di seluruh Indonesia. Lokasi mulai dari pelabuhan, stasiun, terminal, jalan tol, dan  jalan raya. “Puluhan titik pengamatan itu kami siapkan untuk kelancaran dan keamanan lalu lintas,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, Iskandar Abubakar kepada Tempo.

Adapun ke 57 titik penempatan kamera CCTV:  21 lokasi di jalan raya mulai dari Cikampek-Pantura-sampai jalur mudir Jawa Timur, tujuh  titik lokasi di jalan tol Jakarta, tujuh  titik pada  Pelabuhan Merak Bakauheuni, enam kamera di stasiun kereta api  Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kutoarjo, dan Jabotebek (Tanah Abang, Senin, Gambir, Jatinegara).

Berikutnya lima pelabuhan di Balikpapan, Makasar, Surabaya, Semarang, dan Bitung serta 4 titik di Moda udara 4 Bandara Soekarno Hatta, Bandar Udara Djuanda, Surabaya, Mahmud Badaruddin, Palembang, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Iskandar menambahkan, penemapatan kamera di Pulau Jawa lebih dominan karena penumpukan penumpang banyak terjadi Pulau Jawa. Departemen  terus menambah titik pengamatan di lokasi-lokasi yang dianggap memerlukan pengawasan. Selain kamera, Departemen Perhubungan juga akan menempatkan alat navigasi Global Positioning Service (GPS) untuk  mengetahui kecepatan arus lalu lintas pada ruas yang sedang dilewati kendaraan. “Jadi bisa diketahui  kemacetan terjadi di mana saja,” ujar Iskandar. Bagi pemudik tujuan  Palembang, Sumatera Selatan, Iskandar mengatakan, jalan lintas pantai timur sudah bisa digunakan. “Waktu ke Palembang akan lebih pendek melalui jalur timur,” ujarnya.

Bernada Rurit  


Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.