TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Departemen Perhubungan memasang sebanyak 57 kamera pantau (CCTV) di berbagai lokasi publik untuk memantau arus mudik Lebaran di seluruh Indonesia. Lokasi mulai dari pelabuhan, stasiun, terminal, jalan tol, dan jalan raya. “Puluhan titik pengamatan itu kami siapkan untuk kelancaran dan keamanan lalu lintas,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, Iskandar Abubakar kepada Tempo.
Adapun ke 57 titik penempatan kamera CCTV: 21 lokasi di jalan raya mulai dari Cikampek-Pantura-sampai jalur mudir Jawa Timur, tujuh titik lokasi di jalan tol Jakarta, tujuh titik pada Pelabuhan Merak Bakauheuni, enam kamera di stasiun kereta api Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kutoarjo, dan Jabotebek (Tanah Abang, Senin, Gambir, Jatinegara).
Berikutnya lima pelabuhan di Balikpapan, Makasar, Surabaya, Semarang, dan Bitung serta 4 titik di Moda udara 4 Bandara Soekarno Hatta, Bandar Udara Djuanda, Surabaya, Mahmud Badaruddin, Palembang, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Iskandar menambahkan, penemapatan kamera di Pulau Jawa lebih dominan karena penumpukan penumpang banyak terjadi Pulau Jawa. Departemen terus menambah titik pengamatan di lokasi-lokasi yang dianggap memerlukan pengawasan. Selain kamera, Departemen Perhubungan juga akan menempatkan alat navigasi Global Positioning Service (GPS) untuk mengetahui kecepatan arus lalu lintas pada ruas yang sedang dilewati kendaraan. “Jadi bisa diketahui kemacetan terjadi di mana saja,” ujar Iskandar. Bagi pemudik tujuan Palembang, Sumatera Selatan, Iskandar mengatakan, jalan lintas pantai timur sudah bisa digunakan. “Waktu ke Palembang akan lebih pendek melalui jalur timur,” ujarnya.
Bernada Rurit