ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Selasa, 19 Agustus 2008 | 16:37 WIB
Konsumsi BBM PLN Terancam Bengkak 10,1 Juta Kilo
TEMPO Interaktif, Jakarta:Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) pada akhir tahun ini diperkirakan membengkak menjadi 10,1 juta Kiloliter dari kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 9,1 juta Kiloliter. Menurut Direktur PLN untuk Jawa dan Bali, Murtaqi Syamsuddin menjelang akhir tahun akan ada peningkatan beban listrik sebesar 2,5 persen atau 400 Mega Watt (MW) dari beban puncak kalau tidak ada pengendalian beban. "Kuota 9,1 juta Kiloliter berdasarkan asumsi pertumbuhan konsumsi listrik 1,9 persen. Kenyataannya, pertumbuhan konsumsi 6,4 persen," kata dia di gedung pusat PLN Jakarta, Selasa (19/8). Menjelang akhir tahun, Murtaqi menjelaskan, kalangan industri akan meningkatkan produktivitasnya sehingga penggunaan bahan bakar PLN untuk pembangkit listrik juga meningkat. Saat ini, PLN berusaha menekan konsumsi listrik dengan kebijakan penghematan listrik melalui Surat Keputusan Bersama lima menteri untuk industri, dengan target penghematan 200 MW per hari. Untuk mal dan pusat perbelanjaan, penghematan dengan cara menggunakan genset 2 kali target penghematan sekitar 200 MW per hari. Untuk industri yang tidak menggeser waktu kerjanya, atau harus operasi selama 7 hari, menurut Murtaqi, PLN meminta untuk menggunakan pembangkit sendiri selama satu hari dalam satu bulan. Total penghematan yang dicapai 600 MW per hari. Nieke Indrietta

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.