English Version
ENGLISH
| Wednesday, 03 September 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Tuesday, 02 September 2014 | 23:12
G20 Sets Growth Target The growth target will be in the agenda of discussion during the
upcoming summit, held in Brisbane, Australia, in November 2014.
Tuesday, 02 September 2014 | 23:04
Oil Prices Fell as Output in China and Europe Declines China has said on Monday that its' official Purchasing Managers'
Index retreated to 51.1 last month after recording a two-year
high in July at 51.7
Jum'at, 15 Agustus 2008 | 18:54 WIB
Ekspor Semester I Naik 20 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta: Nilai ekspor semester I 2008 naik 20 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Pada Januari-Juni 2007 nilai ekspor US$ 53,857 juta, sedangkan semester I 2008 menjadi US$ 70,316 juta. Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, industri merupakan komoditas ekspor yang nilainya paling tinggi, "Dengan target US$ 45,474 juta pada semester I," ujarnya setelah pemaparan Nota Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi, hari ini. Nilai tersebut naik 25 persen dibanding tahun lalu sekitar US$ 36,345 juta. Angka tersebut cukup menggembirakan untuk Indonesia. Karena walaupun pertumbuhan negara-negara OECD pada tahun ini melambat, namun ekspor Indonesia tumbuh pesat. Hal ini, kata Mari, dipengaruhi harga komoditas yang tinggi. Merambahnya produk Cina di Eropa dan Amerika pun membuat kedua negara itu memproteksi pasar mereka dari produk tersebut. "Dan mengalihkan sumber impor ke Indonesia," ujarnya. Karena kebijakan tersebut, nilai ekspor Indonesia ke Amerika naik 16,6 persen pada tahun ini. Biaya produksi di Cina dan Vietnam yang tinggi pun membuka peluang bagi Indonesia memasuki pangsa pasar kedua negara tersebut. Selain itu, kata Mari, dibukanya kemitraan Indonesia dan Jepang juga berpengaruh positif pada ekspor Indonesia, "Terutama produk tekstil dan alas kaki," ujarnya. CORNILA DESYANA