English Version
ENGLISH
| Tuesday, 23 September 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Tuesday, 23 September 2014 | 22:54
World Bank: Indonesia's Poverty Reduction Rate Declines   Investing in public services and social security programs
will help to provide better access to better nutrition,
health care, and quality education.
Tuesday, 23 September 2014 | 22:48
Solo Strives to be a Creative Economy City Solo's strong cultural value and art history have produced
many artist and art performances that are essential to
develop creative economy.
Jum'at, 15 Agustus 2008 | 17:44 WIB
Panitia Angket BBM Undang BPK
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panitia Hak Angket bahan bakar minyak (BBM) akan mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memaparkan hasil audit pengelolaan minyak bumi dan gas, bahan bakar minyak, dan kontrak kerja sama. ”Hal ini untuk menentukan arah penyelidikan oleh panitia angket,” kata Ketua Panitia Angket Zulkifli Hasan seusai rapat pleno Panitia Angket di gedung MPR/DPR, Jumat (15/8). Rencananya, Panitia Angket akan mengundang BPK pada 25 Agustus 2008. Menurut dia, Panitia angket ingin mengetahui lebih jauh fakta dari hasil audit BPK. "Seperti apa hasil audit, untuk menentukan arah dan prioritas penyelidikan," katanya. "Juga terkait dengan pemanggilan pakar dan saksi." Anggota Panitia Angket dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Abdullah Azwar Anas mengatakan, panitia angket juga meminta BPK untuk melakukan audit investigatif terkait kontrak kerja sama. Audit investigasi itu, kata dia, hanya bisa dilakukan BPK jika ada permintaan. "Kemungkinan dari kontrak kerja sama itu bisa dibuka masalah sebenarnya," kata dia. Selanjutnya panitia angket, kata dia, akan menentukan penyelidikan itu seperti apa. "Model penyelidikan akan disepakati pada pleno berikutnya, dari usulan fraksi," katanya. Fraksinya, kata Abdullah, mengusulkan metode penyidikan tematik. Panitia Angket, lanjut dia, cukup fokus pada beberapa hal yang dinilai menjadi masalah. Dia mengusulkan optimalisasi pada masalah, kesimpangsiuran produksi minyak, biaya produksi minyak, data ekspor impor dan metode penghitungan subsidi. Hal senada diungkapkan Anggota Panitia Angket dari Fraksi PDI-Perjuangan Yassona H Laoly. "Perlu ada prioritas mana yang akan didalami," ujarnya. Setelah itu, kata dia, kemudian dilakukan pemanggilan saksi dan saksi ahli oleh tim penyidik yang diperbantukan. Untuk mempermudah kinerja panitia dalam penyidikan, anggota pantia angket, Zainal Arifin, mengusulkan panitia hak angket memiliki tim penyidik khusus. Anggota panitia angket Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman mengusulkan narasumber yang dihadirkan merupakan orang yang mengetahui dan terlibat langsung. Eko Ari Wibowo