English Version
ENGLISH
| Friday, 24 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 23 October 2014 | 23:42
Aceh Tourism Not Affected by Islamic Law, Agency Says Data revealed that the number of tourists visiting Banda Aceh
in 2014 has reached 500,000 people.
Thursday, 23 October 2014 | 23:30
Nigeria's Effort in Fighting Ebola   Nigeria employs strict healthcare service in battling Ebola
outbreak.
Rabu, 13 Agustus 2008 | 13:40 WIB
Bakrie Garap Lampung
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bakrieland Development Tbk merintis pengembangan kawasan resort terpadu dengan nama Krakatoa Nirwana Resort pada area 350 hektare di Kalianda, Lampung Selatan. Lampung dipilih karena potensial sebagai daerah tujuan wisata petualangan dan alam. Pertimbangan lainnya Lampung sebagai kampung halaman keluarga Bakrie. Pengembangan tersebut akan dilakukan bertahap dengan menggandeng mitra strategis. "Mungkin 10 tahun baru final," kata Chief Marketing Officer Bakrieland Development, Seno Adhikawanto, Rabu (13/8). Untuk menarik minat investor lain, Bakrieland menggarap dulu infrastruktur. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan ini mengucurkan dana Rp 50 miliar. Dalam waktu dekat dibangun kawasan atau zona Aqua World pada lahan 46 hektare. Menurut Seno, investasi internal sekitar Rp 50 miliar per tahun. Bakrieland membuka diri terhadap investor lain baik lokal atau asing. Sejauh ini sudah ada beberapa investor yang menyatakan minat yakni dari Malaysia, tetapi belum ada tindak lanjut. Krakatoa Nirwana diluncurkan 15 tahun lalu. Pengembangannya terhenti lantaran ikut terimbas krisis ekonomi 1998. "Tiarap sempat dulu, sekarang mulai lagi. Bakrie Development adalah anak usaha Bakrie Group. Melelui usaha ini keluarga Bakrie dinobatkan orang terkaya di Indonesia versi Forbes, Usaha perseroan tersebut terbagi atas city property, residential, serta hotel dan resort. Selain Krakatoa, proyek resort lainnya adalah Legian Nirwana Suite, Balikpapan Nirwana Suites, dan Ubud Nirwana Bali. Harun Mahbub