English Version
ENGLISH
| Monday, 28 July 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Monday, 28 July 2014 | 20:22
Sultan Calls for Post-Election Reconciliation Sultan Hamengkubuwono X said that the Eid al-Fitr moment should
be used to promote peace and unity, and time to initiate a
reconciliation.
Monday, 28 July 2014 | 19:24
New Chairman May Alter Coalition Course, Golkar Official Says Deputy Chairman of Golkar Agung Laksono said that the party has
an interests to side with the government but will remain
critical towards its policy.
Rabu, 13 Agustus 2008 | 16:41 WIB
Diduga Ada Rekayasa, Jaksa Buka Kembali Kasus Soedradjad
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Agung membentuk tim untuk meneliti berkas Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Soedradjad Djiwandono dan Iwan Ridwan Prawiranata. Menurut Jaksa Agung Muda Marwan Effendy, tim terdiri dari jaksa senior dipimpin oleh Direktur Penyidikan Muhammad Farela. Soedradjat adalah mantan Gubernur BI, adapun Iwan, bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia. Keduanya tadi pagi menjadi dalam kasus dugaan korupsi uang Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia Rp 100 miliar. "Kami meneliti apakah SP3 mereka ada rekayasa," kata Marwan di kantornya, Rabu (13/8). "Kalau ada rekayasa tentu akan kami buka lagi." Marwan mengatakan, berkas SP3 Soedradjad dan Iwan saat ini tengah dikumpulkan. Alasan kejaksaan meneliti berkas mereka, kata Marwan, karena Soedradjad dan Iwan belum dihukum dalam kasus pengucuran dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. "Apa susahnya SP3 dibuka kembali," katanya. Menurut Marwan, kewenangannya hanya meneliti berkas. Anton Septian