English Version
ENGLISH
| Wednesday, 04 March 2015 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Wednesday, 04 March 2015 | 15:30
Rupiah Recovers by One Point at Wednesday's Start   The US dollar is depreciating against the world's currencies
as the US latest automotive manufacturing data fail to meet
the market's expectations.
Wednesday, 04 March 2015 | 15:26
JCI Opens in Green at Wednesday's Start   The JCI is plateauing amid varied performance reports across
the regional markets.
Rabu, 13 Agustus 2008 | 16:41 WIB
Diduga Ada Rekayasa, Jaksa Buka Kembali Kasus Soedradjad
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Agung membentuk tim untuk meneliti berkas Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Soedradjad Djiwandono dan Iwan Ridwan Prawiranata. Menurut Jaksa Agung Muda Marwan Effendy, tim terdiri dari jaksa senior dipimpin oleh Direktur Penyidikan Muhammad Farela. Soedradjat adalah mantan Gubernur BI, adapun Iwan, bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia. Keduanya tadi pagi menjadi dalam kasus dugaan korupsi uang Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia Rp 100 miliar. "Kami meneliti apakah SP3 mereka ada rekayasa," kata Marwan di kantornya, Rabu (13/8). "Kalau ada rekayasa tentu akan kami buka lagi." Marwan mengatakan, berkas SP3 Soedradjad dan Iwan saat ini tengah dikumpulkan. Alasan kejaksaan meneliti berkas mereka, kata Marwan, karena Soedradjad dan Iwan belum dihukum dalam kasus pengucuran dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. "Apa susahnya SP3 dibuka kembali," katanya. Menurut Marwan, kewenangannya hanya meneliti berkas. Anton Septian