English Version
ENGLISH
| Monday, 22 September 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Monday, 22 September 2014 | 11:10
Miss Indonesia to Promote Banyuwangi at Miss Universe Contest 2014 Miss Indonesia Elvira Devinamira says she will promote
the beauty of Banyuwangi regency at the 2014 Miss Universe
beauty pageant next year.
Monday, 22 September 2014 | 10:34
Missing Chinese Ambassador to Iceland Arrested for Espionage The 57 years old career diplomat who had previously worked
for the Chinese embassy in Japan, is alleged to have been
working as a spy for Japan.
Senin, 11 Agustus 2008 | 08:45 WIB
Pencemar Lingkungan Harus Merehabilitasi Kawasan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelaku pencemaran lingkungan perlu diberi sanksi perbaikan atau rehabilitasi kawasan yang sudah dirusaknya. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Berry Nahdian Forqan mengatakan, hukuman kurungan dan denda tidak cukup. "Undang-undang harus mampu memaksa perusahaan merahabilitasi kawasan," ujarnya, Senin (11/8). Menurut dia, sanksi menuntut perusahaan untuk memperbaiki lingkungan dicemari bisa menjadi upaya pencegahan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, kata Berry, terlalu ringan memberikan sanksi kepada perusak dan pencemar lingkungan. Undang-undang itu menurut rencana akan dibahas kembali untuk amendemen di Dewan Perwakilan Rakyat akhir Agustus 2008. Rencana amendemen masuk dalam program legislasi nasional 2004 namun gagal dibahas. Berry mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup perlu diberikan kewenangan yang lebih tegas. Seperti, rekomendasi mencabut izin, sanksi dan mencabut izin perusahaan pencemar lingkungan. Selama ini, peran kementerian hanya memantau dan memberikan evaluasi. AQIDA SWAMURTI