Sabtu, 02 Agustus 2008 | 18:51 WIB
Menhub Minta Rekaman Adam Air Diteliti
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal meminta Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk meneliti keaslian rekaman pilot pesawat Adam Air yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat, pada 2007. Rekaman tersebut telah beredar di internet.
Juru Bicara Departemen Perhubungan, Bambang Ervan mengatakan rekaman asli dari kotak hitam (black box) pesawat tersebut berbentuk pita dan disimpan di KNKT. "Pak Menteri sudah meminta KNKT untuk verifikasi keaslian rekaman dan mengusut kebocoran itu," kata Bambang saat dihubungi, Sabtu (2/8).
Nieke Indrietta-TNR
Bambang menilai beredarnya rekaman tersebut tidak etis. Menurutnya, oknum yang membocorkan rekaman tersebut akan dikenai sanksi sesuai perbuatannya.
"Kami meminta masyarakat tidak spekulasi. Hasil penyelidikan KNKT yang resmi sudah dikeluarkan," kata Bambang.
Bambang menjelaskan, tidak bisa menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan dari rekaman percakapan dari kotak hitam itu saja. "Itu hanya salah satu bukti," ujarnya.
Bukti lainnya, lanjutnya, adalah rekaman data penerbangan (FDR). Untuk mencari penyebab kecelakaan, jelasnya, data-data dan rekaman tersebut harus disinkronkan.
Adapun, rekaman percakapan dari kotak hitam pesawat naas tersebut seharusnya hanya disimpan oleh Menhub, KNKT dan penyelidik. Namun, rekaman tersebut bahkan telah beredar di internet sejak seminggu lalu.
Pesawat Adam Air, Boeing 737-400, dengan nomor penerbangan 574 kehilangan kontak dan hilang dalam penerbangan dari Bandara Djuanda Surabaya menuju Bandara Samratulangi Manado, pada 1 Januari 2007. Seluruh penumpangnya dinyatakan meninggal dalam insiden tersebut.