English Version
ENGLISH
| Wednesday, 04 March 2015 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Wednesday, 04 March 2015 | 05:08
Syrian Rebels Reject U.N. Envoy's Ceasefire Plan   Syrian rebels dealt a blow to a U.N. envoy's proposal for a
ceasefire in the northern city of Aleppo as his team headed
there.
Wednesday, 04 March 2015 | 04:58
Intel Launches Atom x3, x5 and x7 Processors Intel introduces its first integrated communication platform
for growing smartphone market.
Jum'at, 01 Agustus 2008 | 17:48 WIB
KPK Kembangkan Kasus Bintan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin memeriksa kembali anggota Komisi Kehutanan dan Pertanian DPR Al Amin Nur Nasution terkait kasus alih fungsi hutan di Bintan, Riau. Pemeriksaan anggota Fraksi Persatuan Pembangunan ini bertujuan mengembangkan kasus dugaan tindak pindana korupsi dalam alih fungsi hutan Riau. "Ada beberapa hal yang masih perlu dilengkapi untuk pengembangan," kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Jumat (1/8). Pemeriksaan Al Amin, kata dia, belum melewati batas waktu dalam undang-undang. Kasus ini diduga melibatkan sejumlah anggota DPR dari Komisi Kehutanan. Al Amin sebelumnya sudah menjadi tersangka dalam kasus suap dari pejabat Riau Azirwan. Johan mengatakan, KPK tak terpengaruh dengan bantahan tersangka dalam persidangan. "Membantah adalah hak tersangka, tapi KPK telah mempunyai alat bukti," kata dia. Al Amin diperiksa selama sekitar dua jam di kantor KPK. "Mau tau aja," kata Al Amin ketika ditanya mengenai jalannya pemeriksaan. Famega Syavira