English Version
ENGLISH
| Saturday, 01 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Saturday, 01 November 2014 | 18:46
Bekasi to 'Clean Up' City from Illegal Foreigners   The Bekasi administration is currently watching illegal workers
because they are suspected to have hidden agendas.
Saturday, 01 November 2014 | 18:40
Ahok Inspects Rawamangun Stadium for Asian Games Preparation Acting Jakarta Governor Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama inspected
Rawamangun sports center in East Jakarta on Saturday.
Selasa, 29 Juli 2008 | 06:44 WIB
Minta Tebusan Rp 1 Miliar, Lalu Turun ke Rp 10 Juta
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pelaku penculikan anak anggota Grup Panbers Benny Panjaitan semula meminta tebusan Rp 1 miliar. Namun akhirnya pelaku mau menerima Rp 10 juta. Kepala unit yang menangani kasus ini, Rizal, mengatakan polisi menetapkan Okta menjadi tersangka. Ada pun seorang perempuan bernama Hikmah tadi malam masih dimintai keterangannya. Okta menurut Rizal mengaku meminta tebusan sebesar Rp 1 miliar. Namun Benny mencoba menawar tebusan tersebut. "Tadinya Rp 1 miliar lalu turun Rp 500 juta, turun lagi Rp 100 juta. Pak Benny bilang tidak punya uang sebanyak itu dan hanya punya Rp 10 juta. Ternyata jumlah itu disepakati," ujar Rizal kepada Tempo Newsroom tadi malam. Menurut Rizal, korban masih berumur 6, tahun pelajar kelas 1 SD Sait Angel di Pondok Lestari Taangerang. Diperkirakan penculikan itu sudah direncanakan sebelumnya. Hal ini bermula ketika Okta Sabtu (26/7) datang ke rumah Benny. Benny sekeluarga sebelumnya sudah kenal Okta. Okta kemudian datang lagi pada hari Minggu (27/7) bersama Hikmah dan menginap di rumah Benny di daerah Caplin Larangan Cileduk. Senin (28/7) Okta bersama Hikmah ikut mengantar Victoria yang diantar sopir. Karena mengira kedua orang itu saudara majikannya, si sopir kemudian mengedrop Vicoria dan meninggalkannya bersama Okta dan Hikmah. Sopir lantas meninggalkan ketiganya. Ternyata Okta tak mengantarkan Victoria masuk ke sekolahnya. Ia membawa bocah itu ke kosnya di wilayah Cilandak Barat Rt 04 Rw 10. Okta kemudian menghubungi keluarga Benny dan meminta tebusan pada pukul 15.00. Tak lama kemudian Okta lalu pergi ke kawasan blok M untuk mendapatkan uang tersebut. Sementara bocah itu itinggal bersama Hikmah. Setelah terjadi kesepakatan tebusan, Hikmah pun membawa victoria bergabung dengan Okta. Semula mereka sepakat bertemu Benny di KFC Basement Blok M. Namun polisi bergerak dan tak menemukan mereka. Kemudian mereka melakukan penelusuran dan menemukan Victoria bersama pelaku di Time Zone Blok M. Saat ditangkap Okta dan Hikmah mengelak tuduhan menculik Victoria. Namun setelah polisi membuka identitasnya Okta baru mengakuinya. Menurut Rizal, Okta dan Hikmah mengaku tidak melakukan kekerasan kepada Victoria. "Tapi ya itu dia minta pulang terus, makanya diajak ke tempat main," ujarnya. Okta, kata Rizal, dulu pernah tinggal dan dibiayai pendidikannya selama 2 tahun oleh Benny. Namun kemudian dia menghilang. Pada 17 Mei lalu dia melahirkan, namun tak diketahui keberadaannya. Ternyata Okta kembali datang ke rumah artis tersebut Sabtu lalu. Menurut Rizal, Okta bukanlah keluarga Benny. "Hanya mengaku saudara," katanya. Dian Yuliastuti/Tempo Newsroom