English Version
ENGLISH
| Thursday, 24 July 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 24 July 2014 | 19:08
MSV Treats Myanmar Retinitis Patients Using Oral Drugs Previously, patients were treated using medicines injected
directly through the eye.
Thursday, 24 July 2014 | 19:06
Officials Say MH17 was 'Mistakenly' Shot Down   Ukrainian forces and rebel forces have been throwing blames over
who was responsible for the incident.
Minggu, 27 Juli 2008 | 20:12 WIB
Generasi Muda Golkar Rekomendasikan Empat Calon Presiden
TEMPO Interaktif, Jakarta:Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) merekomendasikan empat nama yang dianggap kader terbaik Partai Golkar sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2009. Empat nama itu hasil Rapat Pimpinan Paripurna III AMPI yang berakhir kemarin. Empat nama yang direkomendasikan AMPI sebagai Calon Presiden dari Partai Golkar adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, Wakil Ketua Umum Agung Laksono, Ketua Dewan Penasihat Surya Paloh, dan anggota Dewan Penasihat Sri Sultan HB X. Menurut Ketua Panitia Rapim Paripurna III dan Bendahara AMPI Bambang Soesatyo ke empat orang itu dinilai laik sebagai calon presiden dari Golkar."Mereka adalah kader terbaik," kata Bambang saat dihubungi Tempo di Jakarta, Minggu (27/7). Rekomendasi AMPI lainnya menyatakan mendukung sistem pencalonan Legistatif internal partai berdasarkan suara terbanyak. "Kami juga berkomitmen mendukung duet Susilo Bambang Yudhoyo-Jusuf Kalla genap lima tahun," kata dia. AMPI juga mendukung rencana Partai Golkar untuk menempatkan 60% wajah baru di lembaga legislatif di semua tingkatan dari generasi muda. "Ini juga penting digulirkan," kata dia. Untuk mendukung kemengan Golkar, AMPI juga akan membangun posko-posko simpatik di setiap desa sebagai bentuk kerja membantu rakyat dengan kegiatan sosial, kesehatan dan pendidikan gratis. Sebelumnya, Generasi Muda Partai Demokrat juga menggulirkan dukungan untuk mendukung kembali Jusuf Kalla. Namun, bukan sebagai presiden, melainkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Yudhoyono. Anton Aprianto