Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Rabu, 02 Juli 2008 | 22:06 WIB
Polisi Amankan 8 Kantong Bahan Peledak
TEMPO Interaktif, Palembang:Sekitar pukul 18.00 WIB, Rabu sore tadi (2/7), polisi yang terdiri dari Detasemen Khusus 88 Antiteror, Brigade Mobil dan Gegana berhasil mengamankan sedikitnya 8 kontainer plastik yang berisi bahan pembuat bom. Polisi juga menemukan sedikitnya 8 bom yang sudah dirakit.
Sejauh ini tidak banyak informasi yang keluar dari petugas yang berada di lokasi penyisiran di Jalan Papera, Palembang, Sumatera Selatan itu. Penyisiran ini merupakan pengembangan dari penangkapan dua orang tersangka teroris yang dilakukan kemarin di tempat yang sama.
"Kami tidak berwenang mengeluarkan pernyataan," kata seorang perwira polisi yang memimpin penyisiran itu. “Semua ditangani di Mabes Polri.”
Dalam pemantaun Tempo, bahan-bahan bubuk peledak itu dimasukkan ke dalam kontainer-kontainer plastik warna putih berukuran 80 liter. Kontainer itu bertutup warna hijau. Belum ada keterangan mengenai jenidnya, tapi di antara bubuk itu ada yang berwarna putih di dalam kantung plastik hitam.
Beberapa petugas juga tampak berhati-hati mengangkat kontainer-kontainer itu, ketika menaikkan ke atas mobil. Semua kontainer tersebut akan dibawa ke markas kepolisian daerah, untuk kemudian dibawa ke Jakarta.
Penyisiran dilakukan dari pukul 09.30 WIB sampai magrib tadi. Salah seorang perwira polisi di lokasi mengatakan bahan pembuat bom itu ditaksir memiliki berat sekitar 50 kilogram. "Jika dirakit, semua bom ini kekuatannya bisa melebihi bom Bali," ujarnya.
Setelah penyisiran, ratusan warga yang menonton seharian langsung mendatangi rumah tersebut. Kondisi atap rumah sudah bolong, namun bukan karena disebabkan oleh ledakan. Diduga ada bom yang disimpan di atas atap rumah. Warga juga banyak yang mengabadikan gambar rumah tersebut melalui kamera telepon genggamnya. Arief Ardiansyah