ENGLISH
| Sunday, 19 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Selasa, 01 Juli 2008 | 15:43 WIB
Presiden Lantik Laksamana Madya TNI Tedjo Edhy Purdijanto jadi KSAL
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Laksamana Madya TNI Tedjo Edhy Purdijanto sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana Soemarjono yang sudah memasuki masa pensiun. Pelantikan dilakukan di Istana Negara pada Selasa (1/7). Pengangkatan Kasal baru ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor Skep/31/TNI/2008 tetanggal 30 Juni 2008 dan aktif bertugas setelah pelantikan dilakukan. Acara pelantikan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Widodo A.S, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto, dan Dua Kepala Staf lainnya. Tedjo pernah mengemban tugas sebagai Kepala Staf Umum TNI (2007), Komandan Sesko TNI (2007), Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Departemen Pertahanan (2007),Asisten Perencanaan Kasal (2006), Dan Staf Ahli Manajemen Nasional Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) pada 2004. Dalam sumpah jabatannya, Presiden meminta KSAL baru memegang teguh kesetiannya terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Dia juga diminta tidak menerima segala hal dari pihak lain terkait jabatannya. Seusai pelantikan Tedjo Edhy, akan melakukan dan melanjutkan tugas-tugas pendahulunya teruta pengamanan perairan dan perbatasan serta pembaharuan sistem alat utama sistem persenjataan (Alutista) TNI Angkatan Laut. "Tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran," kata Tedjo Edhy. Pembaharuan sistem alutista ini, ujar Tedjo, adalah prioritas dari instansinya untuk terus menerus melakukan pembaharuan. Tahun ini saja, ujar Tedjo, akan datang dua kapal baru jenis korvet kelas sigma dari Belanda.Tahun depan direncanakan satu kapal datang lagi. "Untuk peralatan kita raat dulu, tanpa meninggalkan efek tangkazl terhadap kegiatan illegal," kata dia. Armada juga, ujar Tedjo, sekitar 70 persen sudah siap dan hadir di laut pada saat yang dibutuhkan."Untuk amphibi ada rencana tambah 3 baru dari Rusia dengan harga USD 50 juta dengan sistem kredit ekspor. ini masih pembahasan dengan Departemen Pertahanan," kata dia. Anton Aprianto

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.