ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Rabu, 25 Juni 2008 | 09:19 WIB
Wakil Para Pecundang
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim nasional Italia memang sudah tersingkir dari perhelatan Euro 2008. Skuad Negeri Pizza itu menyerah 2-4 kepada Spanyol melalui adu penalti pada laga perempat final Senin dinihari lalu. Gli Azzurri--julukan kesebelasan Italia--boleh saja gagal melaju ke semifinal. Namun, mereka masih punya wakil, bahkan hingga ke partai puncak, yang akan berlangsung Senin dinihari pekan depan di Stadion Ernst Happel, Wina, Austria. Badan Sepak Bola Uni Eropa (UEFA) telah menunjuk wasit dari Italia, Roberto Rosetti, memimpin partai final. Alasannya, kata Ketua Wasit UEFA Yvan Cornu, penampilan direktur sebuah rumah sakit di Kota Turin, Italia, itu amat mengesankan. "Penampilannya di perempat final sangat mengagumkan," katanya. Padahal lelaki 40 tahun ini baru tiga kali memimpin laga di Piala Eropa kali ini, yakni saat Republik Cek menang 1-0 atas Swiss; Rusia 1, Yunani 0; dan Kroasia 1, Turki 3. Rosetti bahkan dibantu wasit Peter Frojdfeldt asal Swedia, yang negaranya tersingkir pada penyisihan Grup D. "Menjadi wasit adalah ambisi saya. Ditunjuk memimpin partai final adalah sebuah momen terbesar dalam hidup saya," ujar wasit yang tampil di putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman ini. Rosetti sudah menjadi wasit Badan Sepak Bola Internasional (FIFA) selama empat tahun. Ia menjadi wasit Italia pertama yang memimpin sebuah partai final pada turnamen besar setelah Pierluigi Collina pensiun tiga tahun lalu. Namun, keduanya pernah dituding terlibat dalam pengaturan pertandingan di Serie A pada musim 2006, yang menyebabkan Juventus turun ke Seri B dan menyerahkan trofinya kepada Inter Milan. Nasib serupa dialami Massimo Busacca, pengadil dari Swiss. Kesebelasan tuan rumah sudah tersingkir sejak babak penyisihan di Grup A. Tapi lelaki 39 tahun yang sebenarnya seorang pengusaha ini bakal memimpin pertandingan semifinal antara Jerman dan Turki, Negeri Serambi Eropa yang mengalahkan Swiss 2-1. Lelaki yang diangkat sebagai wasit FIFA sejak 1999 ini punya hobi main ski, tenis, dan jalan-jalan. Ia pernah memimpin partai final Piala UEFA 2007 sesama klub Spanyol, yakni ketika Sevilla sukses menggulung Espanyol 5-3 melalui adu penalti. Tampaknya Frank de Bleeckere (Belgia) dan Howard Webb (Inggris)-lah yang paling beruntung. Keduanya dapat melenggang ke putaran final meski tim nasional mereka gagal total di babak kualifikasi. Sayang, Webb, 39 tahun, yang menjadi wasit paling muda pada Euro 2008, harus pulang setelah babak penyisihan grup berakhir. Meski kecewa, polisi berpangkat sersan ini berusaha menghibur diri. "Ini akan menjadi pengalaman dan dasar yang bagus bagi kejuaraan mendatang," katanya. Yang pasti, orang akan ingat keputusan kontroversialnya yang memberikan penalti kepada Austria sehingga laga dengan Polandia itu berakhir imbang 1-1. Karena keputusannya itu pula, ia tidak hanya mendapatkan makian, tapi juga ancaman pembunuhan. Bleeckere sedikit beruntung. Ia melaju ke semifinal dan akan memimpin pertarungan Spanyol melawan Rusia. AFP | CNN | Telegraph | Times | Faisal Assegaf

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.