ENGLISH
| Saturday, 18 May 2013 |
INDONESIA
Kamis, 19 Juni 2008 | 00:45 WIB
Spanyol Turunkan Cadangan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Arsitek Spanyol, Luis Aragones siap memberikan kesempatan pada skuad cadangannya ketika menghadapi Yunani pada partai terakhir Grup D Euro 2008 yang digelar di Sem Stadion Wals-Sienzenhem, Salzburg, Austria, Kamis dini hari. Aragones mengatakan, "Dengan jaminan tempat teratas di grup, ada beberapa inisial yang akan mengganti hampir semua pemain utama. Ini memberikan kesempatan untuk menunjukkan kesiapan mereka." "Itulah ide yang ada di benak saya sekarang, kendati demikian bisa saja saya berubah pikiran," ucapnya. Sinyal ini bisa berarti ia akan memainkan sejak awal kiper Liverpool Pepe Reina dan gelandang Arsenal Cesc Fabregas. Gejala akan mengistirahatkan pemain utamanya sudah tampak ketika trio Spanyol Carles Puyol, Santi Cazorla, dan David Silva tidak hadir pada latihan Senin lalu. Mereka masih dalam perawatan lantaran mengalami cedera ringan saat mengalahkan Swedia 2-1. Di posisi lain, Reina siap mengambil kesemapatan jika kiper utama Iker Casillas disitirahatkan Aragones. "Saya selalu siap bermain kapan pun. Jika Anda mendapat kesempaatn, jangan sampai emengacaukannya," kata Reina. Sementara itu, Yunani akan kehilangan penyerang Fanis Gekas setelah mengalami retak tulang pipi saat melawan Rusia. Bek Giourkas Seitaridis dan Vassilis Torossidis juga dibangkucadangkan. Adapun gelandang Giorgos Karagounis diragukan akan tampil. Meskipun demikian, tak berarti tim Hellas akan kehilangan spirit. Penyerang Nikos Lymberopoulos mengaku ingin menyelamatkan martabat Yunani saat berhadapan dengan Spanyol. "Pasti ada sebuah motivasi khusus untuk pertandingan Kamis nanti. Ini tetap sebuah pertandingan besar," ucap Lymberopoulos. BBC Sports/Yahoosports/Bobby Chandra

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.