, 19 May 2013 | 23:56

PGN commercial director says that domestic industries have limited purchasing
power, therefore LNG prices for the industry sector should be lowered.
, 19 May 2013 | 22:17

Three interesting factlets about the celebrated sweets.
Kamis, 19 Juni 2008 | 11:36 WIB
RSAB Harapan Kita Dilaporkan Menyandera Bayi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang ibu mengadukan Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Slipi Jakarta ke Polisi, dengan tuduhan penyanderaan bayinya, Kamis (19/06). Sang ibu, Irma Melati Yudistha, 27 tahun, tak diperkenankan membawa bayinya pulang dengan alasan belum melunasi biaya.
Dalam pengaduannya ke Polda Metro Jaya, Irma melaporkan rumah sakit ini atas pasal 335 KUHP tentang perampasan kemerdekaan. Irma mengaku sudah 3 minggu berada di rumah sakit anak dan bunda Harapan Kita. Anaknya, Allansky Dharma Wijaya yang baru berusia 2 bulan, terpaksa dirawat setelah mengalami kegagalan operasi pencernaan di rumah sakit Budi Kemulyaan, Batam.
Setelah dirawat sepekan, kondisi Allansky mulai membaik. Namun Irma kehabisan uang gara-gara harus menebus obat seharga Rp 1 juta. Selain itu, Irma hanya mampu membayar Rp 6 juta dari total biaya Rp 31 juta yang harus ia lunasi.
Sementara itu, kepala sub bagian pemasaran rumah sakit anak dan bunda Harapan Kita, Ade Solihah, mengaku belum tahu permasalahan ini. Ia mengaku ragu akan kebenaran pengaduan itu.Fery Firmansyah