Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Rabu, 18 Juni 2008 | 09:56 WIB
Kroasia Begitu Sempurna
TEMPO Interaktif, KLAGENFURT: - Ribuan rakyat Kroasia meluapkan kegembiraan di alun-alun Ibu Kota Zagreb setelah kemarin dinihari tim nasional mereka mengalahkan Polandia 1-0 pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B Euro 2008 di Stadion Wothersee, Klagenfurt, Austria.
Berkaus kotak-kotak warna merah dan putih, seperti kostum tim kesayangan, mereka bernyanyi. Klakson motor dan mobil juga larut dalam pesta itu. "kami akan melindas Turki. Bilic dan para pemainnya benar-benar hebat," kata seorang warga Zagreb.
Kroasia menjadi tim pertama yang meraih nilai sempurna dengan rekor tiga kemenangan. Pada babak perempat final, yang akan menggunakan sistem gugur, Kroasia akan menghadapi Turki yang berada di posisi kedua klasemen Grup A.
Pencetak gol semata wayang, Ivan Klasnic, mengaku amat gembira atas penampilannya. Maklum saja, ia kembali dipanggil memperkuat tim nasional setelah menjalani operasi cangkok ginjal pada Maret lalu. "Saya datang ke Euro untuk bermain bagus," katanya.
Pelatih Slaven Bilic pun ikut memuji. Ia menilai jalan hidup penyerang klub Werder Bremen itu bagaikan sebuah dongeng. "Dialah yang membangkitkan semangat kami. Sekarang dia tidak hanya sehat, tapi juga kembali bermain pada tingkat yang sangat tinggi," ujarnya.
Hasil mengesankan itu membuat pelatih 39 tahun tersebut berkesempatan mengulang sukses Kroasia menembus semifinal Piala Dunia 1998 di Prancis. Ketika itu, Bilic--yang merupakan pemain bertahan--dan rekan-rekannya mengandaskan Jerman 3-0 pada babak perempat final.
Tentu saja bagi pelatih Polandia, Leo Beenhakker, kekalahan timnya sangat menyakitkan. Padahal mereka datang ke Euro 2008 dengan menyandang predikat juara grup kualifikasi mengungguli Portugal. "Tapi kami bermain tidak cukup baik," kata pelatih asal Belanda itu.
AFP/Independent/Faisal Assegaf