ENGLISH
| Thursday, 20 June 2013 |
INDONESIA
Thursday, 20 June 2013 | 12:48
Ahok said US$1 tariff is realistic and suitable for Jakarta
residents.
Thursday, 20 June 2013 | 11:52
Haze in Singapore reached 321 in Pollution Standard Index,
indicating hazardous air quality.
Selasa, 17 Juni 2008 | 21:51 WIB
Presiden: Jangan Sebarkan Paham Keliru Tentang Islam
TEMPO Interaktif, Serang:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada seluruh warga negara, untuk tidak menyebarkan paham yang keliru tetang ajaran Islam. Menurut Presiden, Islam harus dijalankan secara benar, agar menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia dan alam semesta. Demikian sambutan Presiden Yudhoyono saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an Tingkat Nasional ke-22 di Kota Serang, Banten, Selasa malam (17/6) ini. Presiden meminta kepada para pemuka agama, seperti kyai dan para ustad untuk membimbing beberapa kelompok umat Islam yang dianggap salah memahami ajaran yang dibawa nabi Muhammad tersebut. Selain itu, Presiden berharap agar dalam melihat perbedaan tidak dilakukan dengan cara kekerasan. "Islam itu damai, jauh dari permusuhan dan cinta keadilan," kata Presiden yang disambut tepuk tangan oleh sekitar 10 ribu warga Banten yang menyaksikan acara tersebut. Tampak hadir dalam acara itu berberapa duta besar negara sahabat, serta menteri Kabinet Indonesia Bersatu, seperti Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa. Sementara itu, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, yang juga Ketua Panitia MTQ Nasional, menegaskan perhelatan Lomba Baca Al-Qur'an Tingkat Nasional ke 22 di Provinsi Banten harus meraih tiga kesuksesan sekaligus. Sukses sebagai tuan rumah dan penyelenggara, sukses sebagai juara umum dan sukses dalam syiar Islam, serta sukses dalam pengelolaan anggaran kegiatan tersebut. "Sebagai tuan rumah, Banten harus mampu meraih sukses juara umum dan sukses dalam syiar. Tapi meraih juara umum dalam kejujuran, dan tidak diwarnai Korupsi Kolusi dan Nepotisme," kata Atut. Mabsuti Ibnu Marhas

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.