Kamis, 12 Juni 2008 | 11:40 WIB
Donadoni Dikecam
TEMPO Interaktif, BADEN: - Pers Italia merespons kekalahan tim Azzurri dengan kritik tajam kepada pelatih Roberto Donadoni. Donadoni dianggap bertanggung jawab atas kekalahan telak Italia 0-3 oleh Belanda karena kesalahannya memilih pemain.
"Pilihan Donadoni salah dan ia terlambat mengganti pemainnya," tulis La Giornale. Harian milik Perdana Menteri Italia dan bos AC Milan Silvio Berlusconi itu menuduh Donadoni lebih berfokus pada kesuksesannya sendiri ketimbang keberhasilan tim.
Meski begitu, Donadoni membantah tudingan ia bingung menentukan formasi tim. "Saya tak berpikir formasi itu salah," tutur pengganti Marcello Lippi itu. Ia mengungkapkan kemungkinan perubahan formasi setelah ia menganalisis kondisi tim.
Mantan pemain tim nasional Italia itu menegaskan, sekarang tak ada gunanya bicara tentang formasi itu benar atau salah. "Jika pers menganggap formasi itu salah karena kita kalah, biarkan saja," katanya lugas.
Corriere della Sera mengecam keras Donadoni melalui artikel berjudul "Italia Tenggelam". "Dalam satu pertandingan, Italia kemasukan gol lebih banyak daripada seluruh pertandingan Piala Dunia 2006," tulis harian olahraga itu, yang menyatakan Italia tidak bermain sebagai tim.
Pada Piala Dunia 2006, Italia memang hanya kemasukan dua gol sejak babak penyisihan grup sampai menjadi juara. Satu gol saat bermain imbang melawan Amerika Serikat pada babak penyisihan grup, satu gol dari Prancis pada babak final.
La Republica menulis berita utama berjudul "Dipermalukan Belanda". "Ketahanan fisik Belanda lebih baik, mereka tahu cara menekan Italia," tulis harian itu.
Meski membantah tuduhan, Donadoni mengakui tidak terkejut dengan serangan pers tersebut. Ia merasa tak tersinggung. "Sejujurnya, saya memang menunggu kritik pers karena mereka tak mungkin memberikan pujian," ujarnya.
Di atas kertas, Italia sebenarnya cukup kuat menghadapi Belanda. Gazzetta dello Sport mengerti benar akan hal itu. "Italia adalah penemu gaya serangan balik dan kami malah menjadi korban gaya andalan itu, tak hanya sekali, tapi berulang-ulang," tulis harian olahraga Negeri Piza itu.
Donadoni berjanji akan mengevaluasi timnya. Kekalahan menyedihkan itu, katanya, malah menjadi sumber kekuatan untuk menang pada dua pertandingan berikutnya, melawan Rumania dan Prancis. "Saya minta maaf atas kekalahan itu," kata Donadoni.
Pelatih berusia 45 tahun itu berkeras masih ada kesempatan. Ia membantah Italia sudah terkalahkan. "Italia ditekan? Itu pendapat Anda, bukan pendapat saya," tuturnya. AFP | FAMEGA SYAVIRA