ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 10 Juni 2008 | 16:04 WIB
Harga Pangan Tak Stabil Selama 2-5 tahun ke Depan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga komoditas pangan diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu tiga sampai lima tahun mendatang. Selain itu, menurut Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bayu Khrisnamurti, harga pangan juga akan cenderung tidak stabil karena permainan di tingkat pasaran internasional. "Setiap saat kita harus siap dengan harga yang naik turun, karena ketidakstabilan harga akan tinggi," kata Bayu, Selasa (10/6) di Jakarta. Sebagai contoh, kata dia, ketika Thailand dan Vietnam membatasi ekspor beras, harga beras di pasaran internasional langsung meningkat sebesar US$ 1.200 per ton. Tetapi setelah isu itu mereda, harga beras kembali turun menjadi US$ 850 per ton. Fluktuasi semacam inilah, Bayu melanjutkan, yang akan sering terjadi di masa depan dan harus dibuat antisipasinya. Karena itu, Indonesia sudah harus melupakan tipe harga pangan yang cenderung stabil. Karena harga komoditas akan lebih ditentukan oleh permainan harga oleh para investor. "Kalau kebijakan masih terus berpatokan pada kestabilan harga pangan, entahlah.." kata dia. ARTI EKAWATI

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.