Senin, 02 Juni 2008 | 13:54 WIB
Presiden Kecam Keras Aksi FPI
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengecam keras aksi kekerasan anggota Front Pembela Islam (FPI) terhadap anggota Aliansi Kebangsan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Minggu (1/6) di Monumen Nasional.
?Saudara-saudara saya sangat menyesalkan terjadinya kekerasan di Jakara kemarin siang dan saya mengecam keras pelaku-pelaku tindak kekerasan itu yang menyebabkan sejumlah warga kita mengalami luka-luka,? kata Presiden Yudhoyono, dalam jumpa pers di kantor Presiden, Senin (1/6).
?Negara kita adalah negara hukum yang memiliki Undang Undang Dasar, undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku. Bukan negara kekerasan,? tegas Presiden.
Oleh karena itu, kata dia, berkaitan dengan insiden kekerasan kemarin Presiden meminta hukum ditegakkan, pelaku-pelaku diproses secara hukum dan berikan sanksi hukum secara tepat. ?Menunjukkan bahwa negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku,? katanya.
Presiden berharap semua pihak yang melakukan kegiatan di lapangan seperti itu dapat tetap tertib dan mengendalikan diri. ?Kalau ada masalah di antara kita, di antara komponen masyarakat solusinya adalah bukan dengan kekerasan. Solusi adalah solusi damai sesuai dengan semangat kita, sesuai juga dengan UUD dan UU, hukum dan peraturan yang berlaku,? katanya.
Presiden meminta agar kepolisian meningkatkan kinerjanya sebab tantangannya tidak ringan permasalahan kompleks. ? Oleh karena itu kepolisian diseluruh tanah air utamanya di Jakarta dan kota-kota besar harus lebih siap dan lebih cepat lebih profesional. Dengan demikian semua dapat diatasi dengan baik,? katanya.
Ia menambahkan, memang kadang-kadang ada dinamika, ada kegiatan yang tiba-tiba datang seperti tindak kekerasan kemarin. ?Tetapi kepolisian harus tetap melakukan pencegahan, tegas, jangan berikan ruang untukbkeluar dari apa yang kita kehendaki,? katanya.
Presiden juga meminta kepolisian tetap tegas menegakkan hukum meminta tapi mencegah tindakan yang esesif dan tindakan yang berlebihan. Dengan demikian masalah dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan masalah yang lain.
?Tindakan kekerasan kemarin yang dilakukan oleh organisasi tertentu dan orang-orang tertentu, mencoreng nama baik negara kita di negeri sendiri maupun dunia. Jangan mencederai seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan-gerakan tindakan-tindakan seperti itu,? tegas Presiden.
Ninin Damayanti