ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Minggu, 01 Juni 2008 | 13:41 WIB
BNI Siapkan Rp 500 Miliar untuk Proyek Alat Militer
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Negara Indonesia (BNI) menyediakan dana sebesar Rp 500 miliar untuk pembiayaan proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista). Direktur Korporasi BNI Krishna Suparto mengatakan, sebagian dana itu sudah digunakan untuk pembiayaan bagi PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia. ”Dari plafon itu, Rp 200 miliar sudah tersalurkan,” katanya Jumat (30/5) lalu. Sebagian dari plafon itu telah diberikan dengan komposisi untuk PT Pindad sebesar Rp 120 miliar dan untuk PT Dirgantara sebesar Rp 80 miliar. Sampai dengan kuartal pertama 2008, pembiayaan alutsista dari BNI telah mencapai Rp 1,18 triliun. Plafon yang sekarang disediakan sebesar Rp 500 miliar, menurut Krishna, tumbuh 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo menyatakan, adanya kerja sama antara BNI dengan kedua perusahaan ini merupakan dukungan BNI terhadap pengembangan industri strategis yang berkaitan dengan pertahanan negara. Selain dukungan kredit, BNI juga akan memberikan layanan cash management kepada kedua perusahaan. Penandatanganan perjanjian untuk layanan ini telah dilakukan Jumat (30/5) di hadapan Menteri BUMN Sofyan Djalil. Layanan ini merupakan layanan perbankan kepada nasabah institusi untuk membantu pengelolaan keuangan perusahaan guna memelihara posisi likuiditas secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan operasionalnya. Fasilitas yang diberikan berupa Internet Banking untuk pengelolaan dana perusahaan dengan fitur transfer secara otomatis, pengelolaan likuiditas, pengelolaan dana dan sistem layanan pengelolaan rekening. Ezther Lastania dan Choriyati Ispratiwi

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.