ENGLISH
| Sunday, 19 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Sabtu, 23 Februari 2008 | 11:24 WIB
Tahun Ini XL Lepas Pengelolaan Menara
TEMPO Interaktif, Mataram:PT Exelcomindo Pratama Tbk. (XL) akan menyerahkan pengelolaan seluruh menaranya kepada anak perusahaan sendiri pada tahun ini. "Target realisasi sekitar kuartal tiga," kata Presiden Direktur Exelcomindo Hasnul Suhaimi di Mataram, Jumat (22/2) malam. Saat ini tengah diseleksi perusahaan-perusahaan yang sudah menyatakan minatnya untuk mengelola menara. Dari 101 perusahaan yang mengikuti seleksi awal, sedikitnya 51 perusahaan lolos dari aspek kinerjanya. "Belum penawaran harga," kata Hasnul. Nantinya, kepemilikan saham Excelcomindo pada anak perusahaan itu sekitar 20 persen, dan sisanya dikuasai perusahaan pemenang tender. Hasnul mengatakan, pembentukan anak perusahaan mengikuti ketentuan pemerintah. "Kalau tidak boleh ada asing misalnya ya kami turuti," ujarnya. Pengelolaan menara oleh anak perusahaan itu bertujuan agar perusahaan induk dapat fokus ke bisnis utamanya. Menurut Hasnul, ke depannya bukan hanya menara saja yang pengelolaannya dipilah, tapi juga base tranceiver stasion (BTS). Saat ini Excelcomindo memiliki sekitar 6.000-7.000 menara yang tersebar di seluruh Indonesia. "Tahun ini tambah sekitar 2.000 lagi," ujarnya. Adapun BTS yang ada sekitar 10 ribu BTS, terdiri dari 9.000 BTS jaringan 2G. sisanya untuk jaringan 3G. Beberapa menara tersebut di antaranya disewa oleh empat operator seluler, yaitu PT Hutchinson, PT Bakrie Telecom, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, dan PT Natrindo Telepon Seluler (NTS). Harun Mahbub

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.