ENGLISH
| Tuesday, 18 June 2013 |
INDONESIA
Tuesday, 18 June 2013 | 11:27
Tensions rise in Turkey as Interior Minister Muammer GUler
declared the nationwide union strike against the police as
'illegal'.
Tuesday, 18 June 2013 | 10:21
Chairman of the English Premier League Sir David Gerald Richards visited a non-

commercial football schoolin Banten.
Rabu, 13 Februari 2008 | 23:20 WIB
Menteri Minta Toleransi Batas Maksimal Muatan Dikurangi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta toleransi batas maksimal muatan angkutan di jalan diturunkan lagi. Sebab batas toleransi 60 persen yang berlaku saat ini dinilai masih jadi penyebab signifikan kerusakan jalan. "Toleransi 60 persen masih besar sekali," katanya, di Jakarta, Rabu (13/2). Menteri mengaku permintaan itu sudah disampaikan secara informal. Pembahasan resmi akan dilakukan lagi dengan Departemen Perhubungan setelah data kerusakan jalan terkumpul lengkap. Pada 2007, menurut Djoko, pihaknya sudah melakukan survei penyebab kerusakan jalan di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) dan Jalur Lintas Timur Sumatera (Jalintim). Hasilnya ditemukan bahwa kelebihan muatan mengurangi umur ekonomis pemakaian (lifetime) jalan. Karena banyak angkutan dengan muatan berlebih yang melintas, umur jalan Pantura tinggal 1,5 hingga 2 tahun dari yang seharusnya 10 tahun. Adapun jalan di Jalintim sudah rusak setelah 4 tahun digunakan. Menurut Djoko, dampak kerusakan jalan akibat muatan berlebih itu dihitung dengan rumus kelebihan muatan pangkat empat. Misalkan batas toleransi 60 persen, maka dampak kerusakan jalannya 1,6 pangkat empat. Untuk perbaikan jalan, Departemen Pekerjaan Umum selalu menyiapkan dana darurat. "Tapi selalu kurang," kata Djoko. Penggunaan dana selalu bertambah, terutama jika musim hujan karena kerusakan jalan tambah parah akibat genangan air. Dihubungi terpisah, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Departemen Perhubungan Suroyo Alimoeso menyatakan selama ini pihaknya sudah menurunkan batas toleransi muatan angkutan secara bertahap. Dari awalnya batas toleransi 90 persen, saat ini sudah 60 persen di Jawa dan 25 persen di Sumatera. Penurunan bertahap dilakukan mengingat banyak pemangku kepentingan di angkutan jalan. Ke depannya, batas toleransi masih akan diturunkan lagi. "Kita evaluasi tiap tiga bulan," ujar Suroyo. Ia menyebut target batas toleransi diturunkan hingga dinilai aman untuk umur ekonomis jalan. "Jadi, sekitar 5 persen," katanya. Harun Mahbub

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.