Selasa, 05 Februari 2008 | 04:10 WIB
Peninggian Jalan Tol Bandara Soekarno-Hatta Dipercepat
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Jasa Marga Tbk. akan mempercepat peninggian dan pelebaran jalan Tol Profesor Sedyatmo (jalan tol menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta) menjadi Maret 2008 dari semula pertengahan tahun ini.
Proyek yang ditargetkan akan rampung selama setahun itu ditargetkan bisa membuat jalan menuju bandar udara internasional di Kawasan Cengkareng, Tanggerang, Banten, tak terkena banjir lagi. "Pembangunan harus dipercepat dan sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi karena jalan tol itu sering terkena banjir," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Okke Marlina kepada Tempo di Jakarta kemarin.
Pada tahap awal, menurut dia, lajur jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta menjadi prioritas utama peninggian dan pelebaran. Adapun lajur jalan tol dari arah bandara ke arah Jakarta, pembangunannya belum akan dilakukan pada tahun ini. "Proyek itu (peninggian jalan ke arah Jakarta) tidak ada pada tahun ini," ujarnya.
Proyek senilai Rp 260 miliar itu akan dilakukan pada ruas tol Pluit-Kamal sepanjang delapan kilometer, dengan pelebaran jalan seluas 3,5 meter. "Nantinya lebar satu lajur jalan tol sekitar sembilan meter, termasuk bahu jalan," papar Oke.
Peninggian , dia melanjutkan, bervariasi mengikuti kontur lahan, dengan maksimal ketinggian jalan dua meter dan paling rendah 60 sentimeter. "Jadi jangan dibayangkan akan seperti fly over di dalam kota," ujarnya.
Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (1/01) malam hingga Jumat telah mengakibatkan banjir setinggi lebih dari satu meter di jalan Tol Sedyatmo pada kilometer 26-27. Jalan menuju bandar udara Soekarno-Hatta pun ditutup selama dua hari sehingga mengganggu aktivitas penerbangan. Akses jalan ke bandara baru dibuka Minggu siang.
Kepala Pusat Komunikasi Departemen Pekerjaa Umum Amwazi Idrus mengatakan, Jasa Marga juga akan meninggikan tanggul Tunjungan yang ada di kedua sisi jalan tol. Tujuannya agar daya tampung air bertambah. "Kami (Pekerjaan Umum) akan mengkaji penambahan drainasi baru di kawasan bandara maupun Ibu Kota," katanya di Jakarta kemarin.
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Iskandar Abubakar menilai arus kendaraan menuju Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah terlalu padat. Akibatnya upaya memperlancar lalu lintas sulit dilakukan. "Traffic management sudah mentok," ujarnya kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Dengan kondisi seperti itu, seandainya jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta tidak terkena banjir pun, kemacetan masih mengancam. Oleh sebab itu, kata dia, saat ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat tengah mengkaji pembatasan kendaraan barang melalui jalan bandara untuk mengurangi kepadatan.
Selain itu, perlu ada akses jalan alternatif menuju bandara Soekarno-Hatta. "Akses transportasi alternatif yang memungkinkan adalah jalan tol baru dan kereta bandara," kata Iskandar.
Menurut Okke, sedianya proyek peninggian dan pelebaran jalan Tol Sedyatmo menjadi satu dengan proyek kereta bandara. Namun, akhirnya dipisahkan akibat dua kali banjir besar yang melumpuhkan jalan tol ini. "Jadi proyek ini berbeda dengan proyek kereta bandara."
Padjar Iswara | Wahyudin Fahmi | Rudy Prasetyo | Harun Mahbub