English Version
ENGLISH
| Friday, 25 April 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 24 April 2014 | 21:02
Veterans to Remain Neutral in Presidential Race Veterans Association (Pepabri) chairman Agum Gumelar says the
association will take a neutral stance in the upcoming
presidential elections.
Thursday, 24 April 2014 | 19:26
Jokowi Mulls Three Names to Decide Running Mate The Jakarta governor says PDI-P chair Megawati will help him
decide on his running mate, but he will be the one making the
final call.
Selasa, 29 Januari 2008 | 22:23 WIB
Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Jangan Diberikan Tergesa
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Syaefuddin mengatakan usulan pemberian gelar pahlawan kepada almarhum mantan presiden Soeharto tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. "Ada empat hal yang harus diklarifikasi dulu," katanya saat dihubungi Tempo, Selasa (29/01). Pemberian gelar pahlawan, ia menambahkan, harus bersifat sfesifik. Jika Soeharto diberikan gelar pahlawan, harus jelas dulu gelar macam apa yang akan diberikan. "Gelar pahlawan, kan, macam-macam. Ada pahlawan kemerdekaan, pahlawan revolusi," katanya. Selain itu, kriteria seseorang yang dapat diberikan gelar pahlawan dan siapa yang berwenang memberikan gelar tersebut juga harus benar-benar dikaji. "Lalu atas dasar hukum apa pemberian gelar pahlawan tersebut," katanya. Munculnya pro dan kontra terhadap wacana pemberian gelar pahlawan kepada almarhum Soeharto, kata dia, karena tidak adanya kejelasan empat poin tersebut. "Kalau tidak ada kejelasan keempat hal itu, kita akan bedebat pada hal yang kita sendiri tidak paham," katanya. Dwi Riyanto Agustiar