ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Senin, 21 Januari 2008 | 11:13 WIB
Kondisi Paru-Paru Soeharto Menurun
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kondisi kesehatan mantan presiden Soeharto kembali menurun, setelah tadi malam sempat dilaporkan mulai stabil. "Secara umum, pagi hari ini memperlihatkan kemunduran kembali," kata Mardjo Soebiandono Ketua Tim Dokter Kepresidenan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, Senin (21/1). Mardjo menegaskan penurunan kondisi kesehatan Soeharto tidak berkaitan dengan operasi alat bantu pernapasan di tenggorokan (tracheostomy) yang dilakukan kemarin sore. Reaksi tubuh karena operasi tersebut baik. Walaupun kondisi paru-paru menurun, tetapi kata Mardjo, kesadaran membaik. Saat diajak berdoa oleh tim dokter, "Pak Harto bisa mengangguk," kata Mardjo. Tekanan darah dan fungsi jantung stabil. Tim dokter, kata dia, masih berusaha mengendalikan tanda-tanda infeksi sistemik. "Infeksi coba kita kendalikan semaksimal mungkin," katanya. Menurut Mardjo, penurunan kondisi kesehatan pagi ini karena tubuhnya masih sulit menerima makanan secara oral. Keadaan ini menjadi masalah dan menyebabkan kemunduran fungsi. Selain itu, sampai tadi malam, di paru-paru masih terjadi penumpukan cairan (odim). "Transfusi yang dilakukan untuk menaikan trombosit berdampak pada penumpukan cairan," katanya. Menurut Mardjo, hari ini tim dokter memfokuskan pada pengaturan pemasukan kalori agar memenuhi kebutuhan gizi disesuaikan dengan kemampuan fungsi pencernaan. Selain itu, tim dokter berusaha memperbaiki keadaan secara umum, menanggulangi infeksi, mempertahankan latihan untuk memulihkan aktifitas otot dan perawatan intensif lainnya. "Soeharto masih akan tetap berada diruang ICU," katanya. Selain itu tim dokter juga tetap tidak mengizinkan pasien menerima kunjungan. Ninin Damayanti

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.