ENGLISH
| Monday, 20 May 2013 |
INDONESIA
Monday, 20 May 2013 | 07:30
Employers suspect that sugar import process had been compromised, allowing

industry-allotted imported sugar to leak into the general market.
Monday, 20 May 2013 | 06:17
Indonesia vies to return to its former glory in Southeast Asia's boxing arena, aiming

to nab two gold medals in the 27th SEA Games in Myanmar.
Kamis, 17 Januari 2008 | 07:48 WIB
Peringkat Obligasi BCA Finance Naik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT BCA Finance menjadi idA dari sebelumnya idA- (minus). Obligasi II/2007 senilai Rp 500 miliar dianggap berprospek stabil. Menurut siaran pers Pefindo, kenaikan peringkat itu disebabkan posisi bisnis perusahaan yang semakin kuat dengan kualitas aset yang sangat baik. Namun, rating itu masih dipengaruhi margin BCA Finance yang moderat. BCA Finance berdiri 7 Maret 1981 dengan nama PT Central Sari Metropolitan Leasing Corporation. Pemegang saham awal terdiri dari Bank BCA (35,3 persen), Japan Leasing Corporation (35,3 persen), dan Long Term Credit Bank of Japan (29,4 persen). Pada 2000, Bank BCA membeli kepemilikan saham JLC dan LTCB, sehingga struktur kepemilikan saham berubah menjadi Bank BCA menguasai 99,6 persen saham dan Wella Jaya Saputra memiliki 0,4 persen. Saham Wella Jaya Saputra kemudian dibeli BCA Finance Limited. BCA Finance memfokuskan bisnisnya pada pembiayaan konsumen, khususnya pembiayaan mobil. Selain memanfaatkan cabang Bank BCA sebagai jaringan distribusi, perusahaan juga memiliki 29 cabang dan kantor perwakilan di 22 kota besar di Indonesia. Perusahaan itu telah mengubah nama sebanyak dua kali. Pertama, pada Februari 2002, namanya menjadi PT Central Sari Finance. Terakhir, pada Maaret 2005, namanya menjadi BCA Finance. Eko Nopiansyah

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.