Thursday, 20 June 2013 | 11:52

Haze in Singapore reached 321 in Pollution Standard Index,
indicating hazardous air quality.
Thursday, 20 June 2013 | 08:39

The Trade Ministry assures there will be enough supply for
Lebaran, but warns chili and meat prices might grow
out of control.
Rabu, 16 Januari 2008 | 18:27 WIB
Kalla Tinggalkan Rapat dengan Presiden Demi Buku Valina Singka
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden lebih memilih menghadiri peluncuran buku tentang konstitusi ketimbang menyelesaikan rapatdengan Presiden Yudhoyono di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
"Tentu ada alasan yang pokok kenapa saya tinggalkan rapat dengan Presiden, terutama karena bukunya penting tentang konstitusi," kata Kalla saat peluncuran buku Valina Singka Surbakti tentang konstitusi di Mahkamah Konstitusi Rabu (16/1).
Alasan yang kedua, kata Kalla, yang sama pentingnya adalah karena tanpa tanda tangan Valina, dirinya tidak akan menjadi wakil presiden saat ini.Seperti diketahui, Valina dulu adalah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut Kalla, semua mengetahui tanpa konstitusi yang baik, Indonesia tidak bisa mempunyai pondasi yang kuat. Kalla menyadari bahwa konstitusi sangat dinamis, sehingga wajar ada perubahan-perubahan dalam konstitusi Indonesia atau Amandemen UUD 1945.
"Saya menghargai jerih payah dan juga tentu hasil pemikiran studi yang panjang dari Ibu Valina," kata Kalla.
Menurut Kalla, konstitusi harus berangkat dari kondisi yang riil. Yang penting, isi konstitusi kita yang tidak pernah berubah adalah tujuan. "Teknis boleh berubah, tujuan tidak," kata dia.
Kalla mengajak semua pihak memahami dan melaksanakan konstitusi dengan baik dan sesuai kebutuhan. "Kalau negara maju diukur dari banyaknya peraturan, Indonesia sudah maju seharusnya," kata dia. Anton Aprianto