ENGLISH
| Monday, 20 May 2013 |
INDONESIA
Minggu, 13 Januari 2008 | 19:52 WIB
Iklan Telepon Seluler Harus Perhatikan Kode Etik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Komunikasi dan Informatika mengingatkan makin maraknya perang iklan telepon seluler. Perang iklan soal tarif dinilai membuat operator melanggar etika beriklan. Staf Ahli Menteri Bidang Media Masa Departemen Komunikasi, Henry Subiakto, mengingatkan hal ini terkait banyaknya iklan telekomunikasi. "Perang iklan ini sudah dikeluhkan oleh para pengurus Persatuan Pengusaha Periklanan. Mereka prihatin karena banyak terjadi pelanggaran etika," ujar Henry di Jakarta Kamis (9/1). Pelanggaran itu terkait materi iklan yang ditampilkan di media elektronik dan media cetak. Pelanggaran kode etik periklanan telepon seluler itu terkait pilihan kata yang menggunakan kata-kata 'paling murah' atau 'termurah'. Iklan operator telekomunikasi saling serang dan tidak menyebutkan informasi yang lengkap. DIAN YULIASTUTI

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.