English Version
ENGLISH
| Friday, 29 August 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Friday, 29 August 2014 | 14:46
WHO: Tens of Thousands At Risk of Ebola The scale of the Ebola outbreak could surpass previous
estimations as WHO estimate shows that around 20,000 are at risk
of catching the deadly virus.
Friday, 29 August 2014 | 14:20
TransJakarta to Evaluate Bus Operator The burning bus might lead to TransJakarta stopping its operator
business.
Sabtu, 12 Januari 2008 | 19:44 WIB
Kerabat Soeharto Sudah Pesan Penginapan di Solo
TEMPO Interaktif, Solo: Sejumlah hotel berbintang di Kota Solo tak lagi memiliki persediaan kamar menyusul memburuknya kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto. Namun hanya Hotel Lor Inn yang mengakui kamar-kamarnya dipesan oleh keluarga dan kerabat mantan Presiden Soeharto. "Sejak Pak Harto kritis beberapa hari lalu, memang ada pemesanan 30 kamar di Hotel Lor Inn," kata Ira Oktarini Public Relation Hotel Lor Inn, Sabtu (12/1). Menurut Ira, ke-30 kamar hotel itu beberapa di antaranya sudah ada yang ditempati. Ira mengatakan pemesanan dilakukan tanpa batas waktu. Dia tidak menyebut rate kamar yang disewa oleh keluarga dan kerabat Soeharto tersebut. "Beberapa diantaranya adalah VVIP room. Tidak semua kerabat atau keluarga yang memesan sebenarnya karena juga ada yang dari pemerintah," kata dia. Sementara hotel berbintang lainnya seperti The Sunan Hotel yang beberapa waktu lalu digunakan untuk menginap Presiden Susilo Bambang Yudoyono juga full booked. Hanya saja menurut Public Relation hotel tersebut, Retno Wulandari, penuhnya kamar di The Sunan tidak ada kaitannya dengan tamu dari keluarga atau kerabat Soeharto. "Tapi ada meetting beberapa instansi secara bersamaan," ujar Retno. Menurut Retno, sampai dengan tanggal 14 Januari mendatang, hotelnya tidak bisa menerima pemesanan kamar baru. Hal yang sama juga dialami oleh Hotel Novotel yang kamarnya penuh sampai pada hari Senin (14/1). Sedangkan Hotel Sahid Raya kamar-kamarnya habis dipesan hingga tanggal 19 Desember. "Setiap akhir pekan okupasi di tempat kami memang selalu tinggi. tapi alasan tepatnya apakah tamu-tamu tersebut berlibur disni atau bertepatan dengan kondisi Pak Harto kami tidak terlalu tahu," kata Mirza Ariyani, PubliC Relation Hotel Novotel. Imron Rosyid