English Version
ENGLISH
| Friday, 28 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 27 November 2014 | 22:02
Anti-Corruption Activist Targeted in Bombing in Probolinggo Buchori Muslim is working as an observer to several on-going
corruption cases in Probolinggo.
Thursday, 27 November 2014 | 21:46
Minister Rudiantara to Lift Bans on Vimeo Minister of Telecommunications and Informatics Rudiantara and
Vimeo CEO have scheduled a video conference to discuss the
ban lifting.
Sabtu, 12 Januari 2008 | 16:36 WIB
Pengacara Soeharto Tunggu Surat dari Kejaksaan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengacara mantan Presiden Soeharto, OC Kaligis, mengatakan Kejaksaan Agung harus mengirim surat kepada tim pengacara Soeharto jika ingin menawarkan penyelesaian di luar pengadilan. "Itu mesti ada surat dari Kejagung kepada kita, (sebab) dalam hukum acara mesti ada surat Kejagung kepada kita," kata Kaligis di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Sabtu (12/1). Sebelumnya, Jumat malam (11/1), Jaksa Agung Hendarman Supandji mengunjungi Soeharto untuk menyampaikan tawaran pemerintah guna menyelesaikan kasus perdata Soeharto di luar pengadilan. Menurut Kaligis, soal tawaran ini pihak keluarga dan pengacara belum bisa menentukan. Ia mengatakan win-win solution yang ditawarkan pemerintah belum bisa ditentukan, "Sebab kondisi Pak Harto masih sakit sekali," katanya. "Saat ini belum waktunya." Kalaupun ada pembicaraan soal itu, tambahnya, nantinya harus dibicarakan terlebih dahulu dengan tim pengacara. Alasannya, dugaan korupsi Yayasan Supersemar sudah dihentikan penyelidikannya tahun 1999. "Jadi mengenai Supersemar tidak ada korupsi," katanya. Tim pengacara menyatakan tidak ada lagi kaitannya antara Yayasan Supersemar dengan dugaan korupsi itu. "Karena yayasan itu bukan milik negara," kata dia. Ninin P Damayanti