English Version
ENGLISH
| Thursday, 02 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 02 October 2014 | 13:10
US Reports First Confirmed Ebola Case A patient in Dallas, Texas tested positive for the deadly
virus after returning from Liberia two weeks ago.
Thursday, 02 October 2014 | 12:24
10,000 MW Power Plant to be Constructed Every Year Deputy Minister of Energy and Mineral Resources said that to
construct a 10,000 MW power plant requires Rp. 200 trillion
of investment.
Jum'at, 04 Januari 2008 | 15:23 WIB
Menteri Lingkungan Minta Warga Korban Banjir Direlokasi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar meminta pemerintah merelokasi warga yang tinggal di lokasi rawan banjir dan tanah longsor. Terutama yang tinggal di kawasan lindung di 62 sepadan sungai di seluruh Indonesia. "Di lokasi itu ada kemungkinan high risk (risiko tinggi). Kalau tidak dievakuasi bila ada musibah dan bencana, dampaknya lebih besar," kata Rahmat dalam jumpa pers di kantor Kementrian Negara Lingkungan Hidup, Jumat (4/1). Bencana banjir dan tanah lonsor yang melanda DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, kata dia, disebabkan karena warga tinggal di lokasi kawasan lindung. Akibatnya ada perubahan tutupan lahan dari daerah resapan air menjadi pemukiman. Menurut Rahmat, kebijakan pemerintah daerah turut menyumbang pada perubahan tutupan lahan ini. "Ada pejabat daerah yang memberikan izin tinggal di sana dan mengutip retribusi. Padahal kawasan itu tidak boleh ditinggali karena rawan," katanya. Ia mengungkapkan, usulan relokasi ini telah dibicarakan dalam rapat kabinet tetapi belum disempurnakan. Permintaan relokasi itu, kata dia, juga telah disampaikan kepada instansi terkait seperti Pemprov DKI, Departemen Sosial, Departemen Pekerjaan Umum, Bakornas Penanggulangan Bencana dan sejumlah pemerintah daerah. Ninin Damayanti